<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Prediksi Defisit APBN 2023 Lebih Rendah dari Target   </title><description>Sri Mulyani Indrawati memperkirakan APBN 2023 akan defisit 2,28% dari PDB. Angka ini lebih kecil dari target 2,84% terhadap PDB</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/07/10/620/2844178/sri-mulyani-prediksi-defisit-apbn-2023-lebih-rendah-dari-target</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/07/10/620/2844178/sri-mulyani-prediksi-defisit-apbn-2023-lebih-rendah-dari-target"/><item><title>Sri Mulyani Prediksi Defisit APBN 2023 Lebih Rendah dari Target   </title><link>https://www.okezone.com/read/2023/07/10/620/2844178/sri-mulyani-prediksi-defisit-apbn-2023-lebih-rendah-dari-target</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/07/10/620/2844178/sri-mulyani-prediksi-defisit-apbn-2023-lebih-rendah-dari-target</guid><pubDate>Senin 10 Juli 2023 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/10/620/2844178/sri-mulyani-prediksi-defisit-apbn-2023-lebih-rendah-dari-target-paOfinYJDl.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/DJP)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/07/10/620/2844178/sri-mulyani-prediksi-defisit-apbn-2023-lebih-rendah-dari-target-0XeCRraxFS.jfif</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/10/620/2844178/sri-mulyani-prediksi-defisit-apbn-2023-lebih-rendah-dari-target-paOfinYJDl.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/DJP)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan APBN 2023 akan defisit 2,28% dari PDB. Angka ini lebih kecil dari target 2,84% terhadap PDB.
&quot;Defisit APBN diperkirakan 2,28% dari PDB atau setara Rp486,4 triliun, lebih rendah Rp111,7 triliun dari target,&quot; ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Banggar DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Senin (10/7/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Happy APBN Surplus Rp152 Triliun di Semester I-2023

Dia menyebut bahwa keseimbangan primer diperkirakan defisit Rp49 triliun.
Sementara itu, outlook pendapatan negara lebih tinggi Rp174,2 triliun menjadi Rp2.637,2 triliun, atau 107,1% dari APBN. Ini terdiri dari perpajakan yang lebih tinggi Rp97,1 triliun atau 104,8% dari APBN, dan PNBP yang lebih tinggi Rp74,4 triliun atau 116,9% dari APBN.
&quot;Outlook belanja negara Rp3.123,7 triliun atau 102,0% APBN, dimana belanja pemerintah pusat Rp2.298,2 triliun atau 102,3% APBN, dan TKD Rp825,4 triliun atau 101,3% APBN,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Happy APBN Surplus Rp152 Triliun pada Semester I-2023

Dia mengatakan bahwa belanja pemerintah pusat memperhitungkan pagu aktual Kementerian/Lembaga (K/L) dan penggunaan SAL untuk pembayaran kewajiban pemerintah seperti kurang bayar DBH, subsidi pupuk, dan kompensasi energi.
&quot;Pembiayaan anggaran RP486,4 triliun turun 17,7% atau 81,3% dari target APBN,&quot; tambah Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan APBN 2023 akan defisit 2,28% dari PDB. Angka ini lebih kecil dari target 2,84% terhadap PDB.
&quot;Defisit APBN diperkirakan 2,28% dari PDB atau setara Rp486,4 triliun, lebih rendah Rp111,7 triliun dari target,&quot; ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Banggar DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Senin (10/7/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Happy APBN Surplus Rp152 Triliun di Semester I-2023

Dia menyebut bahwa keseimbangan primer diperkirakan defisit Rp49 triliun.
Sementara itu, outlook pendapatan negara lebih tinggi Rp174,2 triliun menjadi Rp2.637,2 triliun, atau 107,1% dari APBN. Ini terdiri dari perpajakan yang lebih tinggi Rp97,1 triliun atau 104,8% dari APBN, dan PNBP yang lebih tinggi Rp74,4 triliun atau 116,9% dari APBN.
&quot;Outlook belanja negara Rp3.123,7 triliun atau 102,0% APBN, dimana belanja pemerintah pusat Rp2.298,2 triliun atau 102,3% APBN, dan TKD Rp825,4 triliun atau 101,3% APBN,&quot; ungkap Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Happy APBN Surplus Rp152 Triliun pada Semester I-2023

Dia mengatakan bahwa belanja pemerintah pusat memperhitungkan pagu aktual Kementerian/Lembaga (K/L) dan penggunaan SAL untuk pembayaran kewajiban pemerintah seperti kurang bayar DBH, subsidi pupuk, dan kompensasi energi.
&quot;Pembiayaan anggaran RP486,4 triliun turun 17,7% atau 81,3% dari target APBN,&quot; tambah Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
