<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Bawa Emas Imitasi, Jamaah Haji Asal Makassar Klarifikasi ke Bea Cukai   </title><description>Bea Cukai Makassar sudah melakukan klarifikasi kepada jamaah haji kloter pertama di Makassar, Suanarti Daeng Kanang (46) soal emas&amp;nbsp;</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/07/11/620/2844495/bawa-emas-imitasi-jamaah-haji-asal-makassar-klarifikasi-ke-bea-cukai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/07/11/620/2844495/bawa-emas-imitasi-jamaah-haji-asal-makassar-klarifikasi-ke-bea-cukai"/><item><title> Bawa Emas Imitasi, Jamaah Haji Asal Makassar Klarifikasi ke Bea Cukai   </title><link>https://www.okezone.com/read/2023/07/11/620/2844495/bawa-emas-imitasi-jamaah-haji-asal-makassar-klarifikasi-ke-bea-cukai</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/07/11/620/2844495/bawa-emas-imitasi-jamaah-haji-asal-makassar-klarifikasi-ke-bea-cukai</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Leo Muhammad Nur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/620/2844495/bawa-emas-imitasi-jamaah-haji-asal-makassar-klarifikasi-ke-bea-cukai-VMVKj6gvz4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jamaah haji makassar bawa emas (foto: dok ist)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/07/11/620/2844495/bawa-emas-imitasi-jamaah-haji-asal-makassar-klarifikasi-ke-bea-cukai-zAZu4VV1fe.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/620/2844495/bawa-emas-imitasi-jamaah-haji-asal-makassar-klarifikasi-ke-bea-cukai-VMVKj6gvz4.jpg</image><title>Jamaah haji makassar bawa emas (foto: dok ist)</title></images><description>

MAKASSAR - Bea Cukai Makassar sudah melakukan klarifikasi kepada jamaah haji kloter pertama di Makassar, Suanarti Daeng Kanang (46) soal emas seberat 180 gram saat pulang ke tanah air.

Suanarti menjalani pemeriksaan klarifikasi selama tiga jam di kantor Bea Cukai Makassar dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita pada hari ini, Senin 10 Juli 2023.

BACA JUGA:
Viral Jamaah Haji Pakai Emas 180 Gram, Diperiksa Bea Cukai Selama 3 Jam

Pengacara Suanarti, Ayu memastikan pihaknya sudah mengklarifikasi persoalan emas di Bea Cukai.

&quot;Jadi kami sudah tidak ada permasalahan lagi dengan Bea Cukai, sudah diceritakan semua sama Bea Cukai terkait yang diviralkan itu,&quot; kata dia kepada wartawan.

BACA JUGA:
Viral Ibu Hajah Berkilau Emas Sepulang Haji, Ternyata Imitasi Seharga Rp900.000

Lalu, Bea Cukai Makassar mengungkap emas yang dibawa oleh Suarnati ke Tanah Air setelah membelinya di Tanah Suci adalah bukan emas asli atau imitasi.

&quot;Berdasarkan penelitian kami, barang tersebut sudah kami koordinasikan dengan Pegadaian. Dari Pegadaian menyimpulkan bahwa barang tersebut bukan emas, begitu hasilnya. Kemungkinan seperti itu (imitasi),&quot; ungkap Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Makassar Ria Novika Sari.
</description><content:encoded>

MAKASSAR - Bea Cukai Makassar sudah melakukan klarifikasi kepada jamaah haji kloter pertama di Makassar, Suanarti Daeng Kanang (46) soal emas seberat 180 gram saat pulang ke tanah air.

Suanarti menjalani pemeriksaan klarifikasi selama tiga jam di kantor Bea Cukai Makassar dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita pada hari ini, Senin 10 Juli 2023.

BACA JUGA:
Viral Jamaah Haji Pakai Emas 180 Gram, Diperiksa Bea Cukai Selama 3 Jam

Pengacara Suanarti, Ayu memastikan pihaknya sudah mengklarifikasi persoalan emas di Bea Cukai.

&quot;Jadi kami sudah tidak ada permasalahan lagi dengan Bea Cukai, sudah diceritakan semua sama Bea Cukai terkait yang diviralkan itu,&quot; kata dia kepada wartawan.

BACA JUGA:
Viral Ibu Hajah Berkilau Emas Sepulang Haji, Ternyata Imitasi Seharga Rp900.000

Lalu, Bea Cukai Makassar mengungkap emas yang dibawa oleh Suarnati ke Tanah Air setelah membelinya di Tanah Suci adalah bukan emas asli atau imitasi.

&quot;Berdasarkan penelitian kami, barang tersebut sudah kami koordinasikan dengan Pegadaian. Dari Pegadaian menyimpulkan bahwa barang tersebut bukan emas, begitu hasilnya. Kemungkinan seperti itu (imitasi),&quot; ungkap Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Makassar Ria Novika Sari.
</content:encoded></item></channel></rss>
