<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panji Gumilang dan Al Zaytun Lahir dari Rahim NII Kartosoewirjo   </title><description>Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang merupakan ekor dari gerakan Darul -Islam dan NII yang dicetuskan oleh Kartosoewirjo.&amp;nbsp;</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/07/13/620/2845684/panji-gumilang-dan-al-zaytun-lahir-dari-rahim-nii-kartosoewirjo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/07/13/620/2845684/panji-gumilang-dan-al-zaytun-lahir-dari-rahim-nii-kartosoewirjo"/><item><title>Panji Gumilang dan Al Zaytun Lahir dari Rahim NII Kartosoewirjo   </title><link>https://www.okezone.com/read/2023/07/13/620/2845684/panji-gumilang-dan-al-zaytun-lahir-dari-rahim-nii-kartosoewirjo</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/07/13/620/2845684/panji-gumilang-dan-al-zaytun-lahir-dari-rahim-nii-kartosoewirjo</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/620/2845684/panji-gumilang-dan-al-zaytun-lahir-dari-rahim-nii-kartosoewirjo-FmAjIvnz5h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang (foto: dok Antara)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/07/13/620/2845684/panji-gumilang-dan-al-zaytun-lahir-dari-rahim-nii-kartosoewirjo-nff1UuOEsj.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/620/2845684/panji-gumilang-dan-al-zaytun-lahir-dari-rahim-nii-kartosoewirjo-FmAjIvnz5h.jpg</image><title>Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang (foto: dok Antara)</title></images><description>

JAKARTA - Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang merupakan ekor dari gerakan Darul -Islam dan NII yang dicetuskan oleh Kartosoewirjo. Hal itu dikatakan Menko Polhukam, Mahfud MD.

&quot;Di masa awal kemerdekaan Indonesia, banyak pejuang dari kalangan Islam yang terpinggirkan dan tak tertampung dalam tata kelola pemerintahan,&quot; kata Mahfud MD.

Menurutnya, hal itu imbas dari politik pendidikan yang diwariskan oleh Pemerintah Hindia Belanda yang cenderung diskriminatif. Hanya kalangan Islam yang punya ijazahlah yang bisa masuk ke pemerintahan.

&quot;Pejuang, anak-anak muda, dan tokoh Islam banyak yang tidak tertampung dalam tugas-tugas di pemerintahan negara baru. Kemudian banyak kalangan Islam yang memutuskan untuk kembali ke pesantren dan fokus dalam mendidik santrinya. Tapi ada juga yang marah karena tidak tertampung,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Mahfud MD: Ponpes Al Zaytun Tak Dibubarkan, tapi Akan Dibina

Selain itu, sambung Mahfud, terpinggirkannya kalangan Islam dalam tata kelola negara baru Indonesia ini bahkan menimbulkan kemarahan sebagian kalangan Islam, salah satunya adalah Kartosoewirjo yang kemudian mendirikan Darul Islam atau Negara Islam Indonesia (NII).

&quot;Perjuangan yang dilakukan Kartosoewirjo untuk mendirikan Negara Islam Indonesia sebenarnya terus berlanjut, masih ada ekornya sampai sekarang, hingga sekarang ada ribut-ribut soal Panji Gumilang. Jadi Panji Gumilang dulu induknya adalah Negara Islam Indonesia,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Heboh! Ponpes Al Zaytun Punya Bunker dan Gudang Senjata?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dijelaskan oleh Mahfud, NII merupakan organisasi tanpa bentuk, gerakan bawah tanah tetapi NII memiliki struktur yang terdiri dari syekh yang memimpin, gubernur, menteri, bupati hingga camat.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang merupakan ekor dari gerakan Darul -Islam dan NII yang dicetuskan oleh Kartosoewirjo. Hal itu dikatakan Menko Polhukam, Mahfud MD.

&quot;Di masa awal kemerdekaan Indonesia, banyak pejuang dari kalangan Islam yang terpinggirkan dan tak tertampung dalam tata kelola pemerintahan,&quot; kata Mahfud MD.

Menurutnya, hal itu imbas dari politik pendidikan yang diwariskan oleh Pemerintah Hindia Belanda yang cenderung diskriminatif. Hanya kalangan Islam yang punya ijazahlah yang bisa masuk ke pemerintahan.

&quot;Pejuang, anak-anak muda, dan tokoh Islam banyak yang tidak tertampung dalam tugas-tugas di pemerintahan negara baru. Kemudian banyak kalangan Islam yang memutuskan untuk kembali ke pesantren dan fokus dalam mendidik santrinya. Tapi ada juga yang marah karena tidak tertampung,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Mahfud MD: Ponpes Al Zaytun Tak Dibubarkan, tapi Akan Dibina

Selain itu, sambung Mahfud, terpinggirkannya kalangan Islam dalam tata kelola negara baru Indonesia ini bahkan menimbulkan kemarahan sebagian kalangan Islam, salah satunya adalah Kartosoewirjo yang kemudian mendirikan Darul Islam atau Negara Islam Indonesia (NII).

&quot;Perjuangan yang dilakukan Kartosoewirjo untuk mendirikan Negara Islam Indonesia sebenarnya terus berlanjut, masih ada ekornya sampai sekarang, hingga sekarang ada ribut-ribut soal Panji Gumilang. Jadi Panji Gumilang dulu induknya adalah Negara Islam Indonesia,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Heboh! Ponpes Al Zaytun Punya Bunker dan Gudang Senjata?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dijelaskan oleh Mahfud, NII merupakan organisasi tanpa bentuk, gerakan bawah tanah tetapi NII memiliki struktur yang terdiri dari syekh yang memimpin, gubernur, menteri, bupati hingga camat.
</content:encoded></item></channel></rss>
