<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Cara Pertamina Geber Produksi Minyak 1 Juta Barel</title><description>PT Pertamina (Persero) mendukung target produksi minyak nasional sebesar satu juta barel per hari (barel oil per day/bopd)</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/07/27/620/2852903/begini-cara-pertamina-geber-produksi-minyak-1-juta-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/07/27/620/2852903/begini-cara-pertamina-geber-produksi-minyak-1-juta-barel"/><item><title>Begini Cara Pertamina Geber Produksi Minyak 1 Juta Barel</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/07/27/620/2852903/begini-cara-pertamina-geber-produksi-minyak-1-juta-barel</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/07/27/620/2852903/begini-cara-pertamina-geber-produksi-minyak-1-juta-barel</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2023 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/27/620/2852903/begini-cara-pertamina-geber-produksi-minyak-1-juta-barel-1gP8ksZubx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Geber Produksi Minyak 1 Juta Barel (Foto: Dokumen PHE)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/07/27/620/2852903/begini-cara-pertamina-geber-produksi-minyak-1-juta-barel-GsKa3LzFuO.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/27/620/2852903/begini-cara-pertamina-geber-produksi-minyak-1-juta-barel-1gP8ksZubx.jpg</image><title>Geber Produksi Minyak 1 Juta Barel (Foto: Dokumen PHE)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS8xLzE2Mjc0Mi81L3g4ajVnMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mendukung target produksi minyak nasional sebesar satu juta barel per hari (barel oil per day/bopd) dan produksi gas sebesar 12 Bscfd pada 2030.

Dukungan ini dilakukan melalui penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) pada lapangan-lapangan yang dikelolanya.

&quot;Pemerintah melalui Kementerian ESDM mempunyai program yang kami full support di situ, yakni program satu juta barel oil per day. Kami full support untuk mencapainya,&quot; kata Senior Vice President Research Technology &amp;amp; Innovation Pertamina Oki Muraza dalam webinar DETalk, Jakarta, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:Ternyata Begini Proses Produksi Migas di Blok Pangkah




Oki mengungkapkan saat ini RTI Pertamina tengah mengembangkan Chemical EOR untuk nantinya diimplementasikan di proyek-proyek Pertamina Grup.

Guna mendukung hal tersebut, Oki menekankan pentingnya ketersediaan bahan baku agar bisa menciptakan multipler effect, menciptakan lapangan pekerjaan dan membantu security of supply.

&quot;Saat ini Indonesia masih impor chemical USD33 juta atau. Tentunya menjadi sangat strategis agar kita bisa produksi chemical di dalam negeri,&quot; katanya.

Menurut Oki, saat ini Pertamina sudah mempunyai chemical arms, antara lain PT Pertamina Lubricant (PTPL), PT Pertamina Drilling Center (PDC), serta PT Elnusa Petrofin yang merupakan anak usaha PT Elnusa Tbk.

BACA JUGA:
Produksi Minyak RI Makin Turun di Semester I-2023, Jauh dari 1 Juta Barel

RTI Pertamina juga sudah mengimplementasikan CO2 EOR yang sukses meningkatkan produksi Lapangan Jatibarang. Pilot project penggunaan CO2 EOR selanjutnya akan diimplementasikan di Lapangan Sukowati.
Oki mengatakan penggunaan CO2 EOR akan meningkatkan produksi, sekaligus juga mengurangi emisi karbon.

&quot;Untuk Lapangan Sukowati, persiapan injeksi pertama di tahun ini dan injeksi kedua tahun depan. Sebelumnya kita sudah bisa melakukan di Lapangan Jatibarang, semoga Lapangan Sukowati akan menambah level confidence kita di level EOR,&quot; ujar Oki.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS8xLzE2Mjc0Mi81L3g4ajVnMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mendukung target produksi minyak nasional sebesar satu juta barel per hari (barel oil per day/bopd) dan produksi gas sebesar 12 Bscfd pada 2030.

Dukungan ini dilakukan melalui penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) pada lapangan-lapangan yang dikelolanya.

&quot;Pemerintah melalui Kementerian ESDM mempunyai program yang kami full support di situ, yakni program satu juta barel oil per day. Kami full support untuk mencapainya,&quot; kata Senior Vice President Research Technology &amp;amp; Innovation Pertamina Oki Muraza dalam webinar DETalk, Jakarta, Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA:Ternyata Begini Proses Produksi Migas di Blok Pangkah




Oki mengungkapkan saat ini RTI Pertamina tengah mengembangkan Chemical EOR untuk nantinya diimplementasikan di proyek-proyek Pertamina Grup.

Guna mendukung hal tersebut, Oki menekankan pentingnya ketersediaan bahan baku agar bisa menciptakan multipler effect, menciptakan lapangan pekerjaan dan membantu security of supply.

&quot;Saat ini Indonesia masih impor chemical USD33 juta atau. Tentunya menjadi sangat strategis agar kita bisa produksi chemical di dalam negeri,&quot; katanya.

Menurut Oki, saat ini Pertamina sudah mempunyai chemical arms, antara lain PT Pertamina Lubricant (PTPL), PT Pertamina Drilling Center (PDC), serta PT Elnusa Petrofin yang merupakan anak usaha PT Elnusa Tbk.

BACA JUGA:
Produksi Minyak RI Makin Turun di Semester I-2023, Jauh dari 1 Juta Barel

RTI Pertamina juga sudah mengimplementasikan CO2 EOR yang sukses meningkatkan produksi Lapangan Jatibarang. Pilot project penggunaan CO2 EOR selanjutnya akan diimplementasikan di Lapangan Sukowati.
Oki mengatakan penggunaan CO2 EOR akan meningkatkan produksi, sekaligus juga mengurangi emisi karbon.

&quot;Untuk Lapangan Sukowati, persiapan injeksi pertama di tahun ini dan injeksi kedua tahun depan. Sebelumnya kita sudah bisa melakukan di Lapangan Jatibarang, semoga Lapangan Sukowati akan menambah level confidence kita di level EOR,&quot; ujar Oki.
</content:encoded></item></channel></rss>
