<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Donald Trump Kembali Didakwa, Kali Ini Dituduh Berusaha Batalkan Hasil Pilpres AS 2020</title><description>Ini merupakan dakwaan kriminal ketiga yang dijatuhkan terhadap Trump.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/02/620/2856117/donald-trump-kembali-didakwa-kali-ini-dituduh-berusaha-batalkan-hasil-pilpres-as-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/08/02/620/2856117/donald-trump-kembali-didakwa-kali-ini-dituduh-berusaha-batalkan-hasil-pilpres-as-2020"/><item><title>Donald Trump Kembali Didakwa, Kali Ini Dituduh Berusaha Batalkan Hasil Pilpres AS 2020</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/02/620/2856117/donald-trump-kembali-didakwa-kali-ini-dituduh-berusaha-batalkan-hasil-pilpres-as-2020</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/08/02/620/2856117/donald-trump-kembali-didakwa-kali-ini-dituduh-berusaha-batalkan-hasil-pilpres-as-2020</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/620/2856117/donald-trump-kembali-didakwa-kali-ini-dituduh-berusaha-batalkan-hasil-pilpres-as-2020-Ipqx0D511l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/08/02/620/2856117/donald-trump-kembali-didakwa-kali-ini-dituduh-berusaha-batalkan-hasil-pilpres-as-2020-hdApr90SMr.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/620/2856117/donald-trump-kembali-didakwa-kali-ini-dituduh-berusaha-batalkan-hasil-pilpres-as-2020-Ipqx0D511l.jpg</image><title>Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNS8xLzE2NDk1NC81L3g4anM1ZWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON, DC &amp;ndash; Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa, (1/8/2023) didakwa terkait upaya untuk membatalkan hasil pemilihan presiden 2020, yang berujung pada kerusuhan di Gedung Kongres AS pada 6 Januari 2023. Dakwaan itu dijatuhkan Departemen Kehakiman (DOJ) menyusul penyelidikan panjang dan kesaksian sejumlah pihak.

BACA JUGA:
Soal Dokumen Rahasia, Trump Dituduh Suruh Karyawannya Hapus Rekaman Keamanan di Rumahnya

Berdasarkan salinan surat dakwaan yang dilihat VOA, penyelidikan ini berkaitan dengan skema yang dilakukan Trump dan para pendukungnya untuk membatalkan hasil pemilihan umum 2020 dimana dia kalah dari calon Demokrat, Joe Biden.
Upaya itu berpuncak pada insiden 6 Januari 2021 dimana pendukung Trump menyerbu Gedung Kongres AS mendukung klaimnya tentang kecurangan pada pilpres AS, dan mencegah Kongres AS meresmikan kemenangan Biden.

BACA JUGA:
Jika Terpilih Kembali Jadi Presiden AS, Trump Bersumpah Akan Seret Biden ke Penjara

Dakwaan setebal 45 halaman itu mengatakan setelah kalah dalam pemilu presiden tahun 2020, Trump &quot;bertekad untuk tetap berkuasa&quot; dan melakukan konspirasi yang menargetkan &quot;fungsi utama pemerintah federal Amerika Serikat, yaitu memproses pengumpulan, penghitungan, dan pengesahan hasil pemilu presiden.&quot;


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNS8xLzE2NDk1NC81L3g4anM1ZWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
WASHINGTON, DC &amp;ndash; Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa, (1/8/2023) didakwa terkait upaya untuk membatalkan hasil pemilihan presiden 2020, yang berujung pada kerusuhan di Gedung Kongres AS pada 6 Januari 2023. Dakwaan itu dijatuhkan Departemen Kehakiman (DOJ) menyusul penyelidikan panjang dan kesaksian sejumlah pihak.

BACA JUGA:
Soal Dokumen Rahasia, Trump Dituduh Suruh Karyawannya Hapus Rekaman Keamanan di Rumahnya

Berdasarkan salinan surat dakwaan yang dilihat VOA, penyelidikan ini berkaitan dengan skema yang dilakukan Trump dan para pendukungnya untuk membatalkan hasil pemilihan umum 2020 dimana dia kalah dari calon Demokrat, Joe Biden.
Upaya itu berpuncak pada insiden 6 Januari 2021 dimana pendukung Trump menyerbu Gedung Kongres AS mendukung klaimnya tentang kecurangan pada pilpres AS, dan mencegah Kongres AS meresmikan kemenangan Biden.

BACA JUGA:
Jika Terpilih Kembali Jadi Presiden AS, Trump Bersumpah Akan Seret Biden ke Penjara

Dakwaan setebal 45 halaman itu mengatakan setelah kalah dalam pemilu presiden tahun 2020, Trump &quot;bertekad untuk tetap berkuasa&quot; dan melakukan konspirasi yang menargetkan &quot;fungsi utama pemerintah federal Amerika Serikat, yaitu memproses pengumpulan, penghitungan, dan pengesahan hasil pemilu presiden.&quot;


</content:encoded></item></channel></rss>
