<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenang 90 Tahun Keberadaan Kain Songket yang Sempat Dijadikan Mata Pelajaran oleh Dr Soetomo</title><description>Fakta uniknya, menenun ini merupakan syarat bagi siswa yang ingin lulus dari sekolah.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/09/620/2861174/mengenang-90-tahun-keberadaan-kain-songket-yang-sempat-dijadikan-mata-pelajaran-oleh-dr-soetomo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/08/09/620/2861174/mengenang-90-tahun-keberadaan-kain-songket-yang-sempat-dijadikan-mata-pelajaran-oleh-dr-soetomo"/><item><title>Mengenang 90 Tahun Keberadaan Kain Songket yang Sempat Dijadikan Mata Pelajaran oleh Dr Soetomo</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/09/620/2861174/mengenang-90-tahun-keberadaan-kain-songket-yang-sempat-dijadikan-mata-pelajaran-oleh-dr-soetomo</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/08/09/620/2861174/mengenang-90-tahun-keberadaan-kain-songket-yang-sempat-dijadikan-mata-pelajaran-oleh-dr-soetomo</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Melati Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/620/2861174/mengenang-90-tahun-keberadaan-kain-songket-yang-sempat-dijadikan-mata-pelajaran-oleh-dr-soetomo-gkWJFmCgUC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kain Songket. (Foto: Goriau)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/08/09/620/2861174/mengenang-90-tahun-keberadaan-kain-songket-yang-sempat-dijadikan-mata-pelajaran-oleh-dr-soetomo-yLmRBYa7wy.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/620/2861174/mengenang-90-tahun-keberadaan-kain-songket-yang-sempat-dijadikan-mata-pelajaran-oleh-dr-soetomo-gkWJFmCgUC.jpg</image><title>Kain Songket. (Foto: Goriau)</title></images><description>SONGKET merupakan salah satu kain khas asal Indonesia, meskipun pada dasarnya kain ini merupakan adaptasi dari China dan Timur Tengah. Menurut hikayat rakyat Palembang yang juga dikisahkan secara turun-temurun, awal mula kain songket berasal dari pedagang Chna yang membawa sutra.

Sutra tersebut, kabarnya dipadukan dengan emas yang dibawa Pedagang India dan timur tengah. Kain tersebut kemudian diubah menjadi kain songket, dengan melapisi kain sutra tersebut dengan emas oleh orang-orang Palembang.

BACA JUGA:
Viral Pengantin Wanita Berkumis Tebal Didandani MUA, Hasilnya Bikin Pangling


Oleh karena itu, untuk mengenang 90 tahun keberadaan kain tenun songket, maka diadakan Festival Tenun Songket Nusantara dan UMKM Expo. Memang, songket memiliki sejarah menarik apalagi dengan adanya menenun.

Untuk pertama kalinya, jelang akhir era tahun 20-an, Dr. Soetomo membuat sebuah 'gebrakan'. Pada waktu itu, uniknya kemampuan menenun ini  hadir di sekolah formal. Jangan salah, bukan sebagai kegiatan tambahan, melainkan mata pelajaran.

BACA JUGA:
5 Potret Oklin Fia yang Viral Gegara Konten Jilat Es Krim di Depan Kemaluan Pria


&quot;7 Septmber 1928, untuk pertama kalinya Dr. Soetomo menjadikan tenun sebagai mata pelajaran di sekolah formal,&quot; kata Anna Mariana, Ketua Umum KADIIFA (Kadin Indonesia Internasional Fashion Art &amp;amp; UKM) di acara gathering Festival Tenun Songket, Kalibata.

Setiap siswa pada masa itu harus benar-benar mempelajari teknik menenun dengan serius. Kenapa? Fakta uniknya, menenun ini merupakan syarat bagi siswa yang ingin lulus dari sekolah. &quot;Bahkan diadakan sebagai syarat kelulusan,&quot; lanjut Anna.</description><content:encoded>SONGKET merupakan salah satu kain khas asal Indonesia, meskipun pada dasarnya kain ini merupakan adaptasi dari China dan Timur Tengah. Menurut hikayat rakyat Palembang yang juga dikisahkan secara turun-temurun, awal mula kain songket berasal dari pedagang Chna yang membawa sutra.

Sutra tersebut, kabarnya dipadukan dengan emas yang dibawa Pedagang India dan timur tengah. Kain tersebut kemudian diubah menjadi kain songket, dengan melapisi kain sutra tersebut dengan emas oleh orang-orang Palembang.

BACA JUGA:
Viral Pengantin Wanita Berkumis Tebal Didandani MUA, Hasilnya Bikin Pangling


Oleh karena itu, untuk mengenang 90 tahun keberadaan kain tenun songket, maka diadakan Festival Tenun Songket Nusantara dan UMKM Expo. Memang, songket memiliki sejarah menarik apalagi dengan adanya menenun.

Untuk pertama kalinya, jelang akhir era tahun 20-an, Dr. Soetomo membuat sebuah 'gebrakan'. Pada waktu itu, uniknya kemampuan menenun ini  hadir di sekolah formal. Jangan salah, bukan sebagai kegiatan tambahan, melainkan mata pelajaran.

BACA JUGA:
5 Potret Oklin Fia yang Viral Gegara Konten Jilat Es Krim di Depan Kemaluan Pria


&quot;7 Septmber 1928, untuk pertama kalinya Dr. Soetomo menjadikan tenun sebagai mata pelajaran di sekolah formal,&quot; kata Anna Mariana, Ketua Umum KADIIFA (Kadin Indonesia Internasional Fashion Art &amp;amp; UKM) di acara gathering Festival Tenun Songket, Kalibata.

Setiap siswa pada masa itu harus benar-benar mempelajari teknik menenun dengan serius. Kenapa? Fakta uniknya, menenun ini merupakan syarat bagi siswa yang ingin lulus dari sekolah. &quot;Bahkan diadakan sebagai syarat kelulusan,&quot; lanjut Anna.</content:encoded></item></channel></rss>
