<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan Rel Kereta Api di Sumatera Bisa Tingkatkan Perekonomian</title><description>Pembangunan rel kereta api Trans Sumatera untuk mengangkut penumpang dan logistik dengan jumlah besar atau massal bisa mendorong pertumbuhan</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/13/620/2863542/pembangunan-rel-kereta-api-di-sumatera-bisa-tingkatkan-perekonomian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/08/13/620/2863542/pembangunan-rel-kereta-api-di-sumatera-bisa-tingkatkan-perekonomian"/><item><title>Pembangunan Rel Kereta Api di Sumatera Bisa Tingkatkan Perekonomian</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/13/620/2863542/pembangunan-rel-kereta-api-di-sumatera-bisa-tingkatkan-perekonomian</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/08/13/620/2863542/pembangunan-rel-kereta-api-di-sumatera-bisa-tingkatkan-perekonomian</guid><pubDate>Minggu 13 Agustus 2023 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/13/620/2863542/pembangunan-rel-kereta-api-di-sumatera-bisa-tingkatkan-perekonomian-eSffCYHCHP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Api Trans Sumatera (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/08/13/620/2863542/pembangunan-rel-kereta-api-di-sumatera-bisa-tingkatkan-perekonomian-CP6eAeBsv7.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/13/620/2863542/pembangunan-rel-kereta-api-di-sumatera-bisa-tingkatkan-perekonomian-eSffCYHCHP.jpg</image><title>Kereta Api Trans Sumatera (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pembangunan rel kereta api Trans Sumatera untuk mengangkut penumpang dan logistik dengan jumlah besar atau massal bisa mendorong pertumbuhan perekonomian.
Saat ini Trans Sumatera sudah terhubungkan separuh dari panjang rel yang telah dibangun di zaman Hindia Belanda. Masih ada sekitar 1.300 kilometer yang belum terhubungkan rel kereta api dari total 3.500 kilometer panjang rel Trans Sumatera.

BACA JUGA:
Target Rampung Agustus 2023, Begini Progres Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Halim

Pengamat transportasi, Bambang Haryo Soekartono menyebutkan, untuk membangun 1.300 kilometer membutuhkan biaya sekitar Rp40 triliun dengan harga per kilometer rel rata-rata sekitar Rp30-40 miliar.
Harga tersebut setara dengan 3 kali lipat biaya pembangunan LRT di Palembang yang hanya menghasilkan pendapatan untuk saat ini sebesar Rp15 miliar per tahun.

BACA JUGA:
Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Halim Bakal Terkoneksi dengan Bus Transjakarta

&quot;Harusnya menjadi prioritas utama bagi pembangunan yang ada di wilayah Sumatera, bukan kereta cepat atau LRT,&quot; kata Bambang dalam keterangannya, Minggu (13/8/2023).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pembangunan rel kereta api Trans Sumatera untuk mengangkut penumpang dan logistik dengan jumlah besar atau massal bisa mendorong pertumbuhan perekonomian.
Saat ini Trans Sumatera sudah terhubungkan separuh dari panjang rel yang telah dibangun di zaman Hindia Belanda. Masih ada sekitar 1.300 kilometer yang belum terhubungkan rel kereta api dari total 3.500 kilometer panjang rel Trans Sumatera.

BACA JUGA:
Target Rampung Agustus 2023, Begini Progres Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Halim

Pengamat transportasi, Bambang Haryo Soekartono menyebutkan, untuk membangun 1.300 kilometer membutuhkan biaya sekitar Rp40 triliun dengan harga per kilometer rel rata-rata sekitar Rp30-40 miliar.
Harga tersebut setara dengan 3 kali lipat biaya pembangunan LRT di Palembang yang hanya menghasilkan pendapatan untuk saat ini sebesar Rp15 miliar per tahun.

BACA JUGA:
Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Halim Bakal Terkoneksi dengan Bus Transjakarta

&quot;Harusnya menjadi prioritas utama bagi pembangunan yang ada di wilayah Sumatera, bukan kereta cepat atau LRT,&quot; kata Bambang dalam keterangannya, Minggu (13/8/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
