<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asap Pembakaran Jerami di Pinggir Jalan Tol Picu Kecelakaan, Apa Solusinya?</title><description>Perusahaan BUMN bekerja sama memerangi pembakaran lahan pinggir tol.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/16/620/2865217/asap-pembakaran-jerami-di-pinggir-jalan-tol-picu-kecelakaan-apa-solusinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/08/16/620/2865217/asap-pembakaran-jerami-di-pinggir-jalan-tol-picu-kecelakaan-apa-solusinya"/><item><title>Asap Pembakaran Jerami di Pinggir Jalan Tol Picu Kecelakaan, Apa Solusinya?</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/16/620/2865217/asap-pembakaran-jerami-di-pinggir-jalan-tol-picu-kecelakaan-apa-solusinya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/08/16/620/2865217/asap-pembakaran-jerami-di-pinggir-jalan-tol-picu-kecelakaan-apa-solusinya</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Sri Kurnia Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/620/2865217/asap-pembakaran-jerami-di-pinggir-jalan-tol-picu-kecelakaan-apa-solusinya-EmitZUjmRP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kolaborasi BUMN kurangi pembakaran lahan di pinggir tol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/08/16/620/2865217/asap-pembakaran-jerami-di-pinggir-jalan-tol-picu-kecelakaan-apa-solusinya-hOOGxSGjvf.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/620/2865217/asap-pembakaran-jerami-di-pinggir-jalan-tol-picu-kecelakaan-apa-solusinya-EmitZUjmRP.jpg</image><title>Kolaborasi BUMN kurangi pembakaran lahan di pinggir tol (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi80LzE2OTEyNS81L3g4bjV6eDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perusahaan BUMN bekerja sama memerangi pembakaran lahan di pinggir jalan tol. Mengingat asap pembakaran bisa membahayakan pengguna jalan tol dan mengakibatkan kecelakaan.
PT Pupuk Indonesia bersama PT Jasa Raharja mengoptimalisasi pemanfaatan limbah pertanian atau jerami untuk keberlanjutan lahan pertanian sekaligus mengurangi angka kecelakaan di jalan tol.

BACA JUGA:
Jalan Tol Bocimi Dilanjutkan hingga Padalarang


Senior Vice President (SVP) TJSL Pupuk Indonesia, Rika Susanty menyampaikan hal ini merupakan respon Pupuk Indonesia atas kecelakaan di ruas jalan Tol Trans Jawa, yang salah satunya diakibatkan asap pembakaran jerami yang menghalangi pengguna jalan tol.
&quot;Ini membantu petani untuk memanfaatkan jerami sisa panen sebagai penyubur tanah. Para petani diedukasi melakukan pengomposan di dalam lahan (insitu) dengan menggunakan Petrogladiator, salah satu produk biodekomposer dari Pupuk Indonesia Grup,&quot; ujar Rika, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi, Singgung Ketertarikan Investor


Rika menjelaskan bahwa dengan Petrogladiator maka petani tidak perlu melakukan pembakaran jerami. Karena di dalam produk tersebut akan membantu meningkatkan kadar c-organik pada tanah yang nantinya akan membantu menyuburkan serta mengoptimalkan penyerapan pupuk saat penanaman.
&amp;ldquo;Jadi ini metode yang sangat sederhana, karena dengan tidak membakar jerami maka unsur hara tanahnya menjadi lebih bagus serta berdampak pada peningkatan produktivitasnya. Karena sebetulnya di sisa jerami hasil panen itu masih terdapat unsur P (phosphate) dan K (kalium) yang dapat menyuburkan tanaman, jika dibakar justru akan hilang,&amp;rdquo; kata Rika.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi80LzE2OTEyNS81L3g4bjV6eDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perusahaan BUMN bekerja sama memerangi pembakaran lahan di pinggir jalan tol. Mengingat asap pembakaran bisa membahayakan pengguna jalan tol dan mengakibatkan kecelakaan.
PT Pupuk Indonesia bersama PT Jasa Raharja mengoptimalisasi pemanfaatan limbah pertanian atau jerami untuk keberlanjutan lahan pertanian sekaligus mengurangi angka kecelakaan di jalan tol.

BACA JUGA:
Jalan Tol Bocimi Dilanjutkan hingga Padalarang


Senior Vice President (SVP) TJSL Pupuk Indonesia, Rika Susanty menyampaikan hal ini merupakan respon Pupuk Indonesia atas kecelakaan di ruas jalan Tol Trans Jawa, yang salah satunya diakibatkan asap pembakaran jerami yang menghalangi pengguna jalan tol.
&quot;Ini membantu petani untuk memanfaatkan jerami sisa panen sebagai penyubur tanah. Para petani diedukasi melakukan pengomposan di dalam lahan (insitu) dengan menggunakan Petrogladiator, salah satu produk biodekomposer dari Pupuk Indonesia Grup,&quot; ujar Rika, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi, Singgung Ketertarikan Investor


Rika menjelaskan bahwa dengan Petrogladiator maka petani tidak perlu melakukan pembakaran jerami. Karena di dalam produk tersebut akan membantu meningkatkan kadar c-organik pada tanah yang nantinya akan membantu menyuburkan serta mengoptimalkan penyerapan pupuk saat penanaman.
&amp;ldquo;Jadi ini metode yang sangat sederhana, karena dengan tidak membakar jerami maka unsur hara tanahnya menjadi lebih bagus serta berdampak pada peningkatan produktivitasnya. Karena sebetulnya di sisa jerami hasil panen itu masih terdapat unsur P (phosphate) dan K (kalium) yang dapat menyuburkan tanaman, jika dibakar justru akan hilang,&amp;rdquo; kata Rika.</content:encoded></item></channel></rss>
