<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prilaku Anak Mulai Berubah? Coba Beri Mereka Kesempatan Berbicara</title><description>Salah satu permasalahan yang dihadapi anak usia sekolah dan remaja adalah kesehatan mental.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/29/620/2873324/prilaku-anak-mulai-berubah-coba-beri-mereka-kesempatan-berbicara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/08/29/620/2873324/prilaku-anak-mulai-berubah-coba-beri-mereka-kesempatan-berbicara"/><item><title>Prilaku Anak Mulai Berubah? Coba Beri Mereka Kesempatan Berbicara</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/08/29/620/2873324/prilaku-anak-mulai-berubah-coba-beri-mereka-kesempatan-berbicara</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/08/29/620/2873324/prilaku-anak-mulai-berubah-coba-beri-mereka-kesempatan-berbicara</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/620/2873324/prilaku-anak-mulai-berubah-coba-beri-mereka-kesempatan-berbicara-XCMLd9OPT6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prilaku Anak-Anak. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/08/29/620/2873324/prilaku-anak-mulai-berubah-coba-beri-mereka-kesempatan-berbicara-0n7kLWHglZ.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/620/2873324/prilaku-anak-mulai-berubah-coba-beri-mereka-kesempatan-berbicara-XCMLd9OPT6.jpg</image><title>Prilaku Anak-Anak. (Foto: Freepik)</title></images><description>ORANG tua wajib mewaspadai perubahan perilaku yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan mental pada remaja. Apalagi, jika seorang remaja tiba-tiba  menjadi lebih introvert, menarik diri dari aktivitas sekolah dan teman, serta sering mengeluh sakit fisik tanpa alasan yang jelas.

Ketua Satgas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Rodman Tarigan SpA(K), M.Kes mengatakan, maka hal tersebut dapat dicurigai sebagai perubahan perilaku yang mengindikasikan adanya masalah mental  remaja.

&quot;Jadi kalau ada satu saja yang kita temukan, kita sebagai orang tua perlu menyadari bahwa ada perubahan perilaku dari anak tersebut,&quot; ujar Dr. Rodman seperti dilansir dari Antara.

BACA JUGA:
Anak Masuk dalam Generasi Stroberi, Salah Siapa?


Dr. Rodman mengatakan, salah satu permasalahan yang dihadapi anak usia sekolah dan remaja adalah kesehatan mental. Berdasarkan data yang disampaikannya, sebanyak 10 persen anak usia 15 hingga 24 tahun mengalami gangguan kesehatan mental dan emosional.

Menurutnya, orang tua dan lingkungan harus mampu menyikapi perubahan perilaku remaja. Anak-anak dengan masalah kesehatan mental biasanya mengalami stres, depresi, bahkan melakukan aktivitas negatif seperti berkelahi, melakukan kekerasan, dan mencuri.

BACA JUGA:
Polusi Udara Parah, Kemenkes Minta Anak-Anak Pakai Masker saat di Luar


Dia melanjutkan, jika ada setidaknya satu tanda perubahan perilaku yang jelas, hal pertama yang harus dilakukan adalah berkomunikasi dengan remaja tersebut. Beri anak kesempatan untuk membicarakan perasaan dan pengalamannya.

Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik dan memahami permasalahan yang dihadapi remaja tersebut. Orang tua juga harus memberikan dukungan yang kuat dan memastikan bahwa  anak tidak sendirian dengan masalahnya. Selain itu, orang tua dapat mengenalkan kegiatan produktif dan positif kepada anaknya.</description><content:encoded>ORANG tua wajib mewaspadai perubahan perilaku yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan mental pada remaja. Apalagi, jika seorang remaja tiba-tiba  menjadi lebih introvert, menarik diri dari aktivitas sekolah dan teman, serta sering mengeluh sakit fisik tanpa alasan yang jelas.

Ketua Satgas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Rodman Tarigan SpA(K), M.Kes mengatakan, maka hal tersebut dapat dicurigai sebagai perubahan perilaku yang mengindikasikan adanya masalah mental  remaja.

&quot;Jadi kalau ada satu saja yang kita temukan, kita sebagai orang tua perlu menyadari bahwa ada perubahan perilaku dari anak tersebut,&quot; ujar Dr. Rodman seperti dilansir dari Antara.

BACA JUGA:
Anak Masuk dalam Generasi Stroberi, Salah Siapa?


Dr. Rodman mengatakan, salah satu permasalahan yang dihadapi anak usia sekolah dan remaja adalah kesehatan mental. Berdasarkan data yang disampaikannya, sebanyak 10 persen anak usia 15 hingga 24 tahun mengalami gangguan kesehatan mental dan emosional.

Menurutnya, orang tua dan lingkungan harus mampu menyikapi perubahan perilaku remaja. Anak-anak dengan masalah kesehatan mental biasanya mengalami stres, depresi, bahkan melakukan aktivitas negatif seperti berkelahi, melakukan kekerasan, dan mencuri.

BACA JUGA:
Polusi Udara Parah, Kemenkes Minta Anak-Anak Pakai Masker saat di Luar


Dia melanjutkan, jika ada setidaknya satu tanda perubahan perilaku yang jelas, hal pertama yang harus dilakukan adalah berkomunikasi dengan remaja tersebut. Beri anak kesempatan untuk membicarakan perasaan dan pengalamannya.

Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik dan memahami permasalahan yang dihadapi remaja tersebut. Orang tua juga harus memberikan dukungan yang kuat dan memastikan bahwa  anak tidak sendirian dengan masalahnya. Selain itu, orang tua dapat mengenalkan kegiatan produktif dan positif kepada anaknya.</content:encoded></item></channel></rss>
