<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentingnya Rantai Pasok Berkelanjutan demi Kelangsungan Bisnis</title><description>Menakar pentingnya membenahi kembali rantai pasok hulu-hilir pada perusahaan atau industri.</description><link>https://www.okezone.com/read/2023/09/12/620/2881407/pentingnya-rantai-pasok-berkelanjutan-demi-kelangsungan-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2023/09/12/620/2881407/pentingnya-rantai-pasok-berkelanjutan-demi-kelangsungan-bisnis"/><item><title>Pentingnya Rantai Pasok Berkelanjutan demi Kelangsungan Bisnis</title><link>https://www.okezone.com/read/2023/09/12/620/2881407/pentingnya-rantai-pasok-berkelanjutan-demi-kelangsungan-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2023/09/12/620/2881407/pentingnya-rantai-pasok-berkelanjutan-demi-kelangsungan-bisnis</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/620/2881407/pentingnya-rantai-pasok-berkelanjutan-demi-kelangsungan-bisnis-rKWM0OT3qt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pentingnya rantai pasok demi keberlanjutan bisnis (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2023/09/12/620/2881407/pentingnya-rantai-pasok-berkelanjutan-demi-kelangsungan-bisnis-8ZuIjJk07Z.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/620/2881407/pentingnya-rantai-pasok-berkelanjutan-demi-kelangsungan-bisnis-rKWM0OT3qt.jpg</image><title>Pentingnya rantai pasok demi keberlanjutan bisnis (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC8xLzE3MDQwOC81L3g4bnlzYnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menakar pentingnya membenahi kembali rantai pasok hulu-hilir pada perusahaan atau industri. Rantai pasok berkelanjutan diperlukan demi mewujudkan aspek keberlanjutan di tengah derasnya megatren dunia yang membawa banyak perubahan pada sektor bisnis.
&amp;ldquo;Di mana pun perusahaan atau industri memulai inisiatif menuju keberlanjutan adalah langkah baik yang harus segera dijalankan, karena keberlanjutan memiliki banyak platform untuk mencapai tujuan yang sama,&quot; kata Director Environment &amp;amp; Sustainability, Global Supply Chain (GSC) International, Schneider Electric Devina S Raditya Jap dilansir dari Antara, Selasa (12/9/2023).

BACA JUGA:
Ke Cilegon, Jokowi Tinjau Pembangunan Industri hingga Serahkan Bantuan Pangan


&quot;Keberlanjutan menawarkan berbagai peluang emas bagi berkembangnya perusahaan dan organisasi bisnis apapun,&amp;rdquo; ujar dia.
Megatren adalah tren besar dan berjangka panjang yang mempunyai dampak signifikan terhadap masyarakat dan perekonomian. Konsep itu dikemukakan untuk mendukung peningkatan industri yang efektif dan bernilai keberlanjutan yang tinggi dalam rantai pasok nasional maupun global.

BACA JUGA:
Pangeran Arab Kunjungi India, Bahas Kerjasama Bidang Energi hingga Industri Elektronik dan Digital


Schneider Electric menilai, kalangan industri di Indonesia dapat segera melakukan pengembangan strategi dan rencana implementasi untuk mencapai manfaat berkelanjutan.
Di dalam strategi itu harus terdapat unsur sosial, lingkungan, dan ekonomi atau biasa disebut triple bottom line, agar aktivitas bisnis yang dijalankan dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat lokal maupun global, khususnya dalam mengurangi jejak karbon dan inefisiensi.
Megatren juga menuntut industri untuk melakukan perubahan rantai usaha agar lebih terintegrasi, sederhana, dan mudah beradaptasi pada keberlanjutan. Oleh karena itu, Schneider Electric mendorong upaya dekarbonisasi di sepanjang rantai pasokan dari hulu ke hilir.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMC8xLzE3MDQwOC81L3g4bnlzYnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menakar pentingnya membenahi kembali rantai pasok hulu-hilir pada perusahaan atau industri. Rantai pasok berkelanjutan diperlukan demi mewujudkan aspek keberlanjutan di tengah derasnya megatren dunia yang membawa banyak perubahan pada sektor bisnis.
&amp;ldquo;Di mana pun perusahaan atau industri memulai inisiatif menuju keberlanjutan adalah langkah baik yang harus segera dijalankan, karena keberlanjutan memiliki banyak platform untuk mencapai tujuan yang sama,&quot; kata Director Environment &amp;amp; Sustainability, Global Supply Chain (GSC) International, Schneider Electric Devina S Raditya Jap dilansir dari Antara, Selasa (12/9/2023).

BACA JUGA:
Ke Cilegon, Jokowi Tinjau Pembangunan Industri hingga Serahkan Bantuan Pangan


&quot;Keberlanjutan menawarkan berbagai peluang emas bagi berkembangnya perusahaan dan organisasi bisnis apapun,&amp;rdquo; ujar dia.
Megatren adalah tren besar dan berjangka panjang yang mempunyai dampak signifikan terhadap masyarakat dan perekonomian. Konsep itu dikemukakan untuk mendukung peningkatan industri yang efektif dan bernilai keberlanjutan yang tinggi dalam rantai pasok nasional maupun global.

BACA JUGA:
Pangeran Arab Kunjungi India, Bahas Kerjasama Bidang Energi hingga Industri Elektronik dan Digital


Schneider Electric menilai, kalangan industri di Indonesia dapat segera melakukan pengembangan strategi dan rencana implementasi untuk mencapai manfaat berkelanjutan.
Di dalam strategi itu harus terdapat unsur sosial, lingkungan, dan ekonomi atau biasa disebut triple bottom line, agar aktivitas bisnis yang dijalankan dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat lokal maupun global, khususnya dalam mengurangi jejak karbon dan inefisiensi.
Megatren juga menuntut industri untuk melakukan perubahan rantai usaha agar lebih terintegrasi, sederhana, dan mudah beradaptasi pada keberlanjutan. Oleh karena itu, Schneider Electric mendorong upaya dekarbonisasi di sepanjang rantai pasokan dari hulu ke hilir.</content:encoded></item></channel></rss>
