Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Temuan Baru Gejala Corona, Tak Bisa Cium Bau hingga Lidah Mati Rasa

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 12:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 24 620 2188130 temuan-baru-gejala-corona-tak-bisa-cium-bau-hingga-lidah-mati-rasa-fGcBRKm14V.jpg Gejala Baru Corona (Foto: Shutterstock)

Seorang ibu di Inggris tiba-tiba tidak bisa mencium bau kotoran di popok bayinya. Ia pun mencoba mengendus berbagai benda dengan bau menyengat lainnya, seperti bawang, shampo sampai pasta gigi. Sia-sia, lubang hidungnya seperti disumbat sesuatu. Gejala lainnya, ia tidak mampu merasakan nikmatnya makanan. Lidahnya kebas.

Setelah memeriksakan diri ke dokter, sang perempuan tadi divonis positif Corona Virus Disease (COVID-19). Dalam istilah medis, kondisi indera penciuman tidak mampu mengenali bebauan dikenal dengan sebutan anosmia. Sedangkan menurunnya kemampuan mengecap rasa disebut ageusia.

Temuan sekelompok dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) ini dipublikasikan sebagai tanda-tanda baru seseorang terpapar infeksi COVID-19. Para pakar ini meminta orang yang mengalami dua gejala tersebut mengisolasi diri selama tujuh hari.

Tren baru corona

“Kita ingin memperingatkan masyarakat adanya gejala infeksi baru dan mereka harus mau mengisolasi diri jika mengalami dua gejala tadi untuk mengurangi transmisi virus dan nyawa mereka terselamatkan," jelas Ketua Asosiasi Rinologis Inggris Prof. Claire Hopkins dilansir dari New York Times, Selasa (24/3/2020).

(Baca Juga: Lakukan 6 Hal Ini jika Anda Mengalami Gejala Mirip Virus Corona)

Hopkins dan koleganya dari Asosiasi Dokter THT Inggris Nirmal Kumar telah merilis pernyataan resmi terkait dua gejala baru COVID-19 agar para dokter cepat mendeteksi penyakit yang berawal dari Wuhan, China tersebut. Jika kedua gejala tadi sudah terlihat, Hopkins berharap para dokter THT menghindari pemeriksaan endoskopi di hidung dan tenggorokan yang berisiko timbul percikan air liur.

Gejala anosmia ternyata juga ditemui di Korea Selatan yang menjadi negara lima besar terpapar COVID-19. Sebuah penelitian dari Korea Selatan menyebutkan, sebanyak 30 persen dari 2.000 pasien dengan status positif COVID-19 mengalami anosmia sebagai gejala primer.

(Baca Juga: Anak Muda Bisa Kena Covid-19 Tanpa Gejala, Orangtuanya Risiko Jadi Korban)

Menanggapi temuan di Inggris dan Korea Selatan, asisten profesor ahli otolarinologi Rutgers, Dr. Rachel Kaye menyebutkan, masih banyak dokter yang belum tersosialisasi gejala anosmia sebagai penanda positif COVID-29. "Karena ketidaktahuan inilah banyak orang tidak mengarantina dirinya dan menyebarkannya sebagai pembawa virus (carrier)," cetus Kaye.

Berdasarkan data WHO sebelumnya, setidaknya ada 12 gejala yang dapat menunjukkan apakah seseorang benar-benar telah tertular virus corona atau tidak, seperti dikutip dari Lifepal, yaitu:

Demam

Para ahli medis menetapkan bahwa gejala paling umum yang ditunjukkan pasien positif corona adalah demam di atas 38 derajat celcius. Bahkan, dari 55.924 kasus COVID-19 terkonfirmasi di China per Februari 2020, 87.9% pasien positif corona menunjukkan gejala tersebut.

(Baca Juga: WHO Larang Pemakaian Ibuprofen untuk Atasi Gejala Corona)

Batuk kering

Batuk kering menjadi gejala tertinggi kedua pada pasien positif corona. Persentasenya menyentuh angka 67.7%.

Kelelahan

Pada awal kemunculannya, gejala virus corona digadang-gadang mirip dengan penyakit flu biasa dan selesma. Bukan tanpa alasan, sekilas gejala yang ditunjukkan memang memiliki kemiripan. Namun seiring berjalannya waktu, gejala-gejala yang ditunjukkan para pasien positif corona mulai bervariasi, termasuk.

(Baca Juga: Tata Cara Penanganan Jenazah Pasien COVID-19 Secara Islam)

Adanya dahak di tenggorokan juga diklaim menjadi salah satu gejala virus corona. Setidaknya sekitar 33,4% pasien positif corona telah mengalaminya. Dalam arti lain, sebagian kecil di antara mereka menderita batuk bertahak.

Meski jumlah pasien yang menunjukkan gejala ini lebih rendah dibanding batuk kering, Anda harus tetap waspada bila mengalami batuk berdahak diiringi demam terus-menerus. Segera pergi ke dokter bila mengalaminya.

Corona baru

(Baca Juga: Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 579, 49 Orang Meninggal Dunia)

Tak hanya itu, berdasarkan keterangan WHO, ada beberapa gejala tambahan yang dialami para pasien positif corona antara lain, napas pendek-pendek (18.6%), nyeri otot atau nyeri sendi (14.8%), sakit tenggorokan (13,8%), sakit kepala (13,6%), menggigil kedinginan (11,4%), mual atau muntah (5%), hidung tersumbat (4,8%), dan diare (3,7%).

Hingga Selasa (24/3/2020) pagi website worldometers mencatat sebanyak 381.744 orang dari 195 negara positif corona, meninggal dunia 16.558 orang dan berhasil sembuh 102.429. WHO pun telah menetapkan coroba sebagai wabah pandemi global.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini