Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Berpuasa Anti-Lemas di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 26 April 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 26 620 2205086 tips-berpuasa-anti-lemas-di-tengah-pandemi-corona-covid-19-6eAB3PzxzI.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PUASA Ramadhan 2020 terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat dihadapkan dengan pandemi corona COVID-19, sehingga harus menyiapkan ekstra energi dalam menjaga kesehatan.

Tak dapat dipungkiri, dalam situasi seperti ini, banyak kekhawatiran muncul dari masyarakat. Sebab, untuk menjaga diri dari risiko penularan corona COVID-19 selalu dikaitkan dengan daya tahan tubuh dan gizi. 

Jika berpuasa, apakah imunitas kita jadi menurun? Akibatnya, banyak orang beranggapan bahwa puasa, seseorang jadi tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian seperti biasa, lalu mudah terinfeksi corona COVID-19.

Menjawab pertanyaan tersebut, Praktisi Gizi Klinik, dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK menjelaskan, puasa memberikan efek medis yang baik bagi kesehatan. Karena memberikan kesempatan kepada tubuh untuk menjalani metabolisme switch. 

"Jadi tubuh itu saat puasa akan mengubah penggunaan sumber energi dan memakai simpanan energi, yang selama ini disimpan dalam bentuk lemak," katanya saat dihubungi Okezone

olahraga

Penggunaan sumber energi selama puasa, sebut dr Tirta, tentu prosesnya berbeda. Disebutkan bahwa tubuh akan mengalami detoksifikasi alami, sehingga memberi dampak metabolisme yang berbeda bagi tubuh.

Baca Juga:

Meskipun berpuasa, agar imunitas tubuh tetap terjaga, ada panduan tips sehat yang dapat Anda lakukan. Dijelaskan Dokter Tirta, di tengah pandemi corona COVID-29 seperti ini, ada baiknya tidak mengonsumsi makanan yang men-trigger atau memicu terjadinya inflamasi. 

"Itu sebabnya, disarankan menjauhi makanan bergula tinggi, lemak jenuh dan trans yang tinggi. Seperti teh manis dan minuman manis lainnya, serta aneka gorengan yang seringkali menjadi tipikal menu berbuka di Indonesia.

Sementara itu, untuk mengatur pola makan selama puasa, seperti halnya ketika dalam kondisi normal. Saat puasa, Anda juga harus konsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Nutrisi seimbang sangat diperlukan untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Terlebih dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. 

"Indikator seimbangnya makanan yang dimakan dapat dilihat dari variasi jenis dan warna yang terhidang dalam piring makan," terangnya.

Lebih lanjut, Dokter Tirta akan menjelaskan beberapa tips untuk mengatur pola makan selama puasa. Ini dia ulasannya yang dirangkum Okezone, Minggu (26/4/2020).

Makan kurma

kurma

Baca Juga:

Saran Dokter Tirta, lebih baik Anda mengonsumsi kurma dan memperbanyak makan buah-buahan yang banyak mengandung air. Selain itu, makanan tersebut juga dapat mensuplai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.  

Pilih kombinasi makanan yang tepat

Pastikan selalu menghadirkan protein hewani dan nabati, sumber karbohidrat dari makanan pokok. Utamakan pilih makanan mengandung serat tinggi. 

"Misalnya nasi merah, umbi, jagung atau nasi putih yang ditambahkan dengan aneka biji-bijian, serta sumber lemak baik yg bisa diperoleh dari alpukat dan minyak tak jenuh ganda lainnya," tuturnya. 

Tambahkan beragam sumber protein

daging

Dokter Tirta menyebut, tambahkan selalu protein hewani. Karena akan mensuplai asam amino yang lengkap, dibandingkan dengan protein nabati. 

Pastikan selalu ada setidaknya 1- 2 porsi protein hewani. Jenis white meat seperti unggas dan ikan merupakan pilihan terbaik. Jika sulit sebutir telur perhari menjadi jalan keluar yg paling baik untuk protein berkualitas.

Protein yang menjalani proses fermentasi juga sangat baik untuk kesehatan saluran cerna. Tahu dan tempe lebih baik daripada kacang kedelai. Yogurt dan keju memiliki kelebihan daripada susu. 

Pastikan ada 5 warna sayuran dan buah berbeda

sayur

"Pastikan di piring kita memiliki sayuran dan buah dengan 5 warna berbeda. Ini akan menjadi penanda yang baik bahwa asupan vitamin dan mineral kita tercukupi," bebernya. 

Perhatikan proses masak

Baca Juga:

Ingat ya, proses memasak mempenharuhi kualitas dan kuantitas vitamin dan mineral.  Hindari proses memasak yang rumit dan menggunakan bahan yang terlalu banyak. Fokus pada rasa asli sayuran dan masaklah sesingkat mungkin.

"Misalnya masak sayur bening bayam lebih baik daripada bayam yang disayur bobor atau memakai santan. Daun ubi rebus lebih baik daripada gulai daun ubi tumbuk," kata Dokter Tirta.

Hindari untuk mengkonsumsi gorengan baik saat sahur dan berbuka

Sulit dipungkiri, kata Dokter Tirta, kebiasaan masyarakat Indonesia memfavoritkan gorengan jadi hidangan utama saat berbuka puasa. "Sementara gorengan mengandung lemak yang tinggi," ungkapnya.

Konsumsi suplemen bila perlu

Mengonsumsi suplemen vitamin tidak selalu harus dilakukan. Vitamin dan mineral dapat dipenuhi dari makanan seimbang yang kita konsumsi. 

"Suplemen vitamin dianjurkan jika tubuh sangat membutuhkan atau kita dalam kondisi sakit," terangnya. 

Penuhi kebutuhan cairan

Untuk mengatasi dehidrasi akibat berpuasa, maka dianjurkan untuk mencukupkan asupan cairan saat waktu berbuka hingga sahur. Pastikan kebutuhan cairan sekirq 2-2,5 liter terpenuhi. Pola minum air bisa disesuaikan,.misalnya saat buka puasa minum satu gelas, saat makan ketika berbuka satu gelas dan seterusnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini