Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Survei Ungkap Perubahan Perilaku Masyarakat Selama Ramadhan di Rumah Saja

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 00:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 620 2211970 hasil-survei-ungkap-perubahan-perilaku-masyarakat-selama-ramadhan-di-rumah-saja-Jecpx9Z5hQ.jpg
A A A

JAKARTA - Bagi hampir seluruh masyarakat, Ramadhan tahun ini sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tak sedikit aktifitas Ramadhan yang tidak bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah meluasnya persebaran COVID-19.

Masyarakat pun menjawab riset SurveySensum tentang apa saja aktifitas mereka yang terdampak COVID-19, atau yang membuat berbeda dari Ramadhan sebelumnya.

“Dari beberapa pilihan yang kami ajukan, yang paling besar dampaknya menurut masyarakat adalah rutinitas mereka beribadah di masjid. Setidaknya ada 62 persen masyarakat yang mengakui hal tersebut,” ujar CEO SurveySensum & NeuroSensum, Rajiv Lamba, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Selain itu begitu banyak interaksi sosial yang tidak bisa dilakukan. Sebanyak 43 persen masyarakat mengungkapkan yang berbeda dari Ramadhan tahun ini. Dibanding tahun lalu, kesempatan bertemu teman atau keluarga untuk berbuka puasa bersama tentu jauh berkurang.” Survei digelar pada 18 sampai 20 April 2020 dengan 500 responden di 10 kota besar di Indonesia.

(Baca Juga : Adzan Berkumandang di Australia, Warga Kaget Sampai Pengendara Mobil Berhenti)

Tradisi Ramadhan lainnya yang menurun adalah sahur on the road dan ngabuburit bersama teman dan keluarga di luar rumah. Riset SurveySensum menunjukkan, setidaknya ada 43 persen masyarakat yang mengurangi interaksi sosial khas Ramadhan tersebut.

Ini belum termasuk 25 persen masyarakat yang semakin jarang menyiapkan hidangan spesial Ramadhan dan 25 persen lain yang membatalkan rencana memperbaiki atau mengecat rumah. Menurut Rajiv, dari sini terlihat bahwa kebanyakan masyarakat tidak berencana mengundang teman atau keluarga ke rumah seperti Ramadhan sebelumnya.

Dengan begitu banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah, kegiatan dalam rumah yang dilakukan masyarakat selama bulan Ramadhan tahun ini lebih bervariasi. Setidaknya 67 persen masyarakat lebih sering menonton televisi, dan 55 persen masyarakat lebih sering menonton video YouTube serta berselancar di media sosial. Bermain gim video pun dilakukan oleh 1 dari 3 masyarakat di Indonesia.

(Baca Juga : Spiritual Parenting di Masa Pandemi Corona)

“Karena aktifitas di dunia digital meningkat, pengeluaran masyarakat untuk kategori digital pun naik. Pengeluaran 23 persen masyarakat untuk pulsa internet di ponsel lebih besar dibanding Ramadhan tahun lalu. Begitu pula pengeluaran untuk berlangganan internet di rumah bagi 18 persen konsumen kami,” tutur Rajiv.

Paket berlangganan produk digital pun turut mengalami kenaikan. Sekitar 11 persen konsumen mengeluarkan uang lebih banyak untuk berlangganan aplikasi edukasi elektronik dan 9 persen konsumen untuk berlangganan aplikasi streaming film. Ini belum termasuk 8 persen konsumen yang membeli paket token dalam aplikasi gim online.

(Baca Juga : Ustadz Zacky Mirza Ungkap Hikmah Puasa Ramadhan saat Pandemi COVID-19)

Kesibukan di luar dunia digital tak seluruhnya ditinggalkan selama pandemic COVID-19. Masyarakat lebih sering melakukan kegiatan seperti berkebun, memasak, membersihkan rumah, membaca buku, dan berolahraga. Pada bulan Ramadhan ini, lebih dari 50 persen konsumen mengisi waktu dengan berkebun, bersih-bersih, dan memasak.

Follow Berita Okezone di Google News

Ada pula masyarakat yang memanfaatkan waktu dengan membaca, yaitu 28 persen. Aktifitas lain yang meningkat selama Ramadhan 2020 yaitu bermain gim, kursus online, olahraga melalui aplikasi, dan menonton film melalui media Over-The-Top (OTT).

Rajiv menuturkan, “Tahun ini aktifitas masyarakat bermedia sosial selama Ramadhan semakin beragam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat semakin antusias untuk berbagi. Membagikan foto keluarga atau anak adalah yang paling banyak dilakukan, oleh setidaknya 66 persen masyarakat.”

Ramadhan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memasak sendiri di rumah bagi sebagian besar masyarakat. Tak heran bila 45 persen masyarakat lebih aktif membagikan foto maupun resep masakannya dan 22 persen masyarakat mulai menjajal aplikasi masak-memasak online. Foto makanan yang dibeli pun juga dibagikan di media sosial oleh 28 persen masyarakat.

Di waktu yang sama, masyarakat semakin sering mengikuti tantangan-tantangan di media sosial (19 persen), membuat video TikTok (14 persen), menulis blog dan e-stories (12 persen), menyiarkan Instagram Live (12 persen), atau membuat video YouTube (10 persen).

Di sisi lain, survey juga mengungkap tidak sedikit masyarakat Indonesia yang meyakini bahwa berpuasa dapat meningkatkan imunitas guna menangkal penyakit yang disebabkan virus Corona. Sebanyak 40 persen responden yakin berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Harapannya, imunitas yang baik dapat menangkal segala penyakit termasuk COVID-19.

(Baca Juga : Jangan Lupa Baca Doa Ini Setelah Salat Tarawih dan Witir)

Sebaliknya, hanya 19 persen masyarakat merasa harus berhati-hati dalam berpusa karena dapat menurunkan daya tahan tubuh. Ada juga 41 persen masyarakat merasa bahwa puasa tidak mempengaruhi besar-kecilnya resiko mereka terserang penyakit apapun.

“Dalam survei tersebut kami juga bertanya peraturan mana yang menurut masyarakat paling efektif mengontrol persebaran COVID-19 selama Ramadhan. Separuh responden kami setuju dengan pembatasan aktifitas sosial di tempat atau fasilitas umum. Namun hanya 7 persen responden yang yakin bahwa pembatasan kegiatan keagamaan efektif menurunkan persebaran virus Corona. Ini sangat bisa dipahami mengingat agama dengan segala ritual dan rutinitasnya sangat berarti bagi masyarakat Indonesia pada umumnya,” pungkas Rajiv.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini