Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Kebangkitan Nasional, Momentum Jihad Lawan Corona

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 21 Mei 2020 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 620 2217375 hari-kebangkitan-nasional-momentum-jihad-lawan-corona-Nmos5oKLko.JPG Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus, Ustadz Faozan Amar (Foto: tvMu)

SEKRETARIS Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Ustadz Faozan Amar menyebut Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh setiap 20 Mei merupakan semangat bangkit untuk melawan musuh. Semangat itu pun tidak terlepas dari peran umat Islam.

"Umat Islam sebagai umat mayoritas di negeri ini, harus menjadi pelopor dan penggerak kebangkitan bersama," katanya saat berbincang dengan Okezone.

Ustadz Faozan mengatakan, jika musuh terbesar saat ini adalah melawan wabah virus corona (Covid-19). Hal ini juga berkaitan dengan keimanan setiap muslim, yakni semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT agar virus tersebut cepat berlalu.

Baca juga: Begini Upaya Muhammadiyah Cegah Penyebaran COVID-19

Lebih lanjut, kata dia, melawan virus corona bagi umat Islam termasuk jihad. "Semangat berjihad melawan wabah korona harus bergelora dengan bangkit bergerak berjuang bersama-sama melawan corona. Sehingga pada akhirnya bangsa Indonesia mampu mengalahkan virus Covid," tuturnya.

Ilustrasi

Ditetapkannya sebagai Harkitnas juga sekaligus berdirinya partai politik pertama di Indonesia (Hindia Belanda), Indische Partij. Pada tahun tersebut, Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam di Solo, hingga KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta.

Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia ini bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, akan tetapi diawali dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada 1905 di Pasar Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog untuk Bantu Warga Terdampak COVID-19

Kala itu, serikat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Tionghoa, Namun kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan, sehingga pada 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini