Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4.600 Warga Jatim Positif Terinfeksi, Semua Pemda Diminta Gotong Royong Atasi Corona

Syaiful Islam, Jurnalis · Minggu 31 Mei 2020 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 620 2222263 4-409-warga-jatim-positif-terinfeksi-semua-pemda-diminta-gotongrorong-atasi-corona-khgRQaJyHa.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

SURABAYA - Polemik penanganan virus corona (Covid-19) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkot Surabaya yang berujung pada kemarahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Jumat (29/5/2020) kemarin, rupanya membuat DPP PDI Perjuangan angkat bicara menyikapi hal tersebut.

PDI Perjuangan menyerukan semangat kegotongroyongan baik di kalangan masyarakat maupun pemimpin daerah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 ini. PDIP juga mengingatkan kepada pemda dan Gugus Tugas Covid-19 Jatim agar lebih bijak memimpin penanganan Covid-19 dengan melihat skala prioritas.

Sebab seperti diketahui kasus positif terbanyak di Jatim ada Surabaya, dan seharusnya hal ini menjadi acuan prioritas penanganan Covid-19. DPP PDI Perjuangan menanggapi serius protes Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang sekaligus menjadi Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Kebudayaan.

"Rakyat tahu bagaimana Bu Risma selalu bekerja keras untuk warganya tanpa mengenal lelah. Beliau juga sosok kreatif dan menjadikan Surabaya bersih dan begitu indah. Juga harus dipahami bahwa Kota Surabaya itu tempat dimana berlokasi beberapa rumah sakit rujukan penanganan Covid-19," terang Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Sabtu (30/5/2020).

Surabaya berpenduduk terbanyak di Jawa Timur. Kata Hasto, sangatlah disayangkan jika bantuan dua mobil laboratorium dari BNPB untuk Kota Surabaya dipindahkan tanpa memertimbangkan skala prioritas dan aspek strategis di dalam pencegahan Covid-19 di Kota Pahlawan tersebut.

Pihaknya berharap agar Pemerintah Daerah dan Gugus Tugas Covid-19 di Jawa Timur dapat lebih bijak dan mampu melihat skala prioritas atas setiap kebijakannya dengan memerhatikan kepentingan rakyat, tanpa perlu menghadirkan rivalitas politik yang tidak perlu, dan harus menghindari ego kepemimpinan.

"Seluruh kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan wajib kedepankan kepentingan rakyat, tanpa membeda-bedakan pilihan politik warganya, dan juga tidak boleh ada diskriminasi atas SARA. Semua harus kedepankan kerja gotong royong untuk kemanusiaan. Kini saatnya terus kembangkan semangat kerjasama”

"Dalam situasi yang tidak mudah seperti ini, musyawarah, gotong royong, kemanusiaan, serta keberpihakan bagi rakyat harus dikedepankan," tandas Hasto.

Baca Juga: Gaya Khofifah Hadapi Amarah Risma 

Sementara itu sebanyak 4.600 warga Jatim terkonfirmasi positif covid-19 atau virus corona per 30 Mei 2020. Dari 4.600 itu, 609 pasien diantaranya dinyatakan sembuh. Kemudian 396 orang meninggal dunia.

Data di atas lebih tinggi dibanding data pada 29 Mei 2020, di mana warga Jatim yang terpapar Covid-19 mencapai 4.409 orang. Kota Surabaya penyumbang pasien covid-19 paling banyak dibandingkan daerah lain di Jatim. Warga Surabaya yang terkonfirmasi positif covid-19 berjumlah 2.394 orang.

Setelah itu disusul Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah 609 orang, dan posisi ketiga ditempati Kabupaten Gresik yang jumlahnya 158 orang. Lalu Kabupaten Probolinggo 96 orang, dan Kabupaten Lamongan 89 orang.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menanggapi dengan tenang amarah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Khofifah mengaku sudah berkordinasi dengan BPBD Jawa Timur terkait bantuan mobil tes PCR penanganan Covid-19. Apalagi, Tulungagung dan Lamongan juga masuk wilayah dengan kasus terbanyak di Jawa Timur.

"Setelah Surabaya lalu Lamongan. Nah ketika kemarin dikonfirmasi ya sudah silahkan hari ini dua-duanya di Surabaya," ujar Khofifah, Sabtu (30/5/2020).

Khofifah juga bersyukur karena banyak mendapatkan support dari BNPB khususnya dalam menangani kasus pandemi Covid-19 ini. Bahkan, kata dia, terkait mobil lab PCR, pihak Pemprov Jatim juga sudah berkomunikasi baik dengan pihak BNPB. Mulai dari informasi siapa sopir hingga Nopol pun diketahuinya.

"Saya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Jatim, bahwa mobil siap jalan, ini Nopol-nya ini nomer driver-nya, serah terima juga dengan BNPB Jatim juga dengan koordinator Jatim," pungkasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini