Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Persiapan Bali Jadi Pilot Project Pembukaan Pariwisata saat New Normal

Bagus Alit, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 620 2228912 intip-persiapan-bali-jadi-pilot-project-pembukaan-pariwisata-saat-new-normal-cjZduATpuD.jpg New Normal (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi covid-19. Sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia, pelaku industri pariwisata di Bali kini harus bersiap dengan kondisi baru menyesuaikan dengan protokol kesehatan sebagai bagian dari penerapan new normal pariwisata.

Dengan penerapan standar operasional prosedur yang sesuai dengan protokol kesehatan covid-19, Bali siap ditunjuk sebagai pilot project reopening sektor pariwisata di Indonesia.

Baca Juga: Bali Jadi Awal Percontohan New Normal di Pariwisata, Siapkah Pemda? 

Pemerintah Kabupaten Badung menjadi salah satu daerah di Bali yang paling serius mempersiapkan penerapan new normal pariwisata.

Menyambut tatanan kenormalan baru tersebut, Pemkab Badung berkeliling melakukan pengecekan ke sejumlah kawasan wisata di wilayah Badung Selatan yang nantinya dipersiapkan menjadi pilot project reopening sektor pariwisata di Indonesia.

Saat menjalani tatanan kenormalan baru atau new normal, seluruh komponen pariwisata di ajak lebih mengkedepankan protokol kebersihan, kesehatan dan keamanan sebagai kebutuhan utama wisatawan.

Baca Juga: Bali Contoh Penerapan New Normal di Pariwisata, Protokol Kesehatan Jadi Penting 

Meski penerapan new normal pariwisata belum dipastikan waktunya, secara umum kesiapan pelaku usaha pariwisata di Bali telah mencapai 80%.

Berdasarkan pemantauan di kawasan wisata terintegrasi di ITDC Nusa Dua, seluruh penyedia layanan akomodasi wisata di kawasan tersebut terpantau menerapkan cleanliness, health and safety.

Para petugas yang kontak erat dengan wisatawan kini harus mengenakan sejumlah alat pelindung diri.

Managing Director ITDC The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, mengantisipasi recovery pariwisata seluruh stakehoulder kepariwisataan di Nusa Dua telah mempersiapkan protokol tatanan new normal.

"Selain penyiapan protokol kesehatan, pengelola akomodasi di kawasan ITDC Nusa Dua juga wajib memenuhi sejumlah syarat termasuk kesiapan penanganan mitigasi bencana apabila terjadi kasus covid-19 yang bersumber dari wisatawan yang menginap di kawasan ITDC," katanya, Jumat (12/6/2020).

Selain penyedia akomodasi wisata, keseriusan menyambut new normal pariwisata juga dilakukan para pengelola obyek wisata di Bali. Berdasarkan pantauan di sejumlah ikon pariwisata bali seperti Pura Uluwatu, Pecatu, Badung maupun Garuda Wisnu Kencana atau GWK Cultural Park di Desa Ungasan, pihak pengelola terpantau berupaya menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh.

Petugas yang kontak langsung dengan wisatawan mulai dari frontliner hingga security tampak memakai masker dan dilengkapi face shield, khusus di GWK penerapan physical distancing diimplementasikan mulai dari pembatasan penumpang shuttle bus hingga pengaturan antrean di loket tiket.

Di setiap pintu masuk, wisatawan juga diwajibkan menjalani pengukuran suhu tubuh mengenakan masker serta mengikuti setiap arahan petugas di lapangan. Sementara di obyek wisata Uluwatu yang di kenal dengan pementasan tari kecaknya. pihak pengelola berencana memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung yang akan menyaksikkan atraksi tari kecak. Selain itu, wisatawan juga dimudahkan untuk mencuci tangan dengan ketersediaan booth hand sanitezer dan tempat cuci tangan di sejumlah titik-titik strategis.

Di tengah persiapan matang yang telah disusun, rencana liburan wisatawan domestik maupun mancanegara di pulau bali dipastikan kembali tertunda menyusul pesatnya peningkatan kurva kasus positif covid-19 di Pulau Dewata.

Lonjakan kasus transmisi lokal dalam seminggu terakhir membuat Pemprov Bali maupun masing-masing pemkab terpaksa harus mempertimbangkan kembali keputusan membuka obyek-obyek wisata. Walaupun seluruh protokol kesehatan telah dipersiapkan seluruh komponen pariwisata kini harus kembali menunggu dan melihat terus perkembangan terkini hingga ada tanda-tanda penurunan kasus.

Hingga periode awal Juni 2020, kunjungan wisatawan ke Bali sudah berada pada titik terendah menyusul tidak adanya penerbangan internasional dan terbatasnya penerbangan rute domestik. Hal yang sama juga berlaku untuk tingkat okupansi atau hunian kamar hotel yang terjun bebas hingga mencapai 3% atau 4%.

Kondisi teranyar kasus covid-19 di Bali yang ditandai dengan lonjakan kasus transmisi lokal kembali menjadi hantaman tersendiri bagi seluruh stakehoulder pariwisata. Persiapan yang selama ini telah direncanakan masih belum membuahkan hasil lantaran penerapan skema fase new normal masih jauh dari angan. Kini seluruh komponen pariwisata Bali hanya bisa berharap semoga kondisi normal pariwisata bisa hadir segera.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini