Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Bakal Ekspor Masker? Begini Faktanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 14 620 2229942 indonesia-bakal-ekspor-masker-begini-faktanya-e1Za9V2Zwp.jpeg Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan Indonesia bakal surplus alat-alat kesehatan, seperti alat pelindung diri (APD) hingga masker. Hal itu disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada diskusi online.

Menurutnya proyeksi surplus tersebut berdasarkan data yang diolah Kemenperin dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Namun Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum bisa memutuskan untuk mencabut peraturan Mendag Nomor 23 Tahun 2020, tentang larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker.

 Baca juga: Pelajari Dulu Hal Ini Sebelum Ekspor ke Eropa

Berikut adalah fakta mengenai ekspor masker yang dirangkum Okezone:

1. Surplus masker

Menperin menjelaskan, terjadi surplus produksi sampai dengan Desember 2020 sebesar 1,9 miliar pcs untuk masker bedah, 377,7 juta pcs untuk masker kain, 13,2 juta pcs untuk pakaian bedah atau surgical gown.

Kemudian, lanjut dia 356,6 juta pcs pakaian pelindung medis atau coverall. Di mana pada Januari atau Februari, Indonesia dihadapi oleh masalah keterbatasan pasokan APD dan masker.

"Maka itu kami pun berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) untuk memproduksi masker dan APD," jelas dia.

2. Berkat Kinerja Industri Tekstil

Dia menjelaskan industri tekstil dan produk tekstil atau TPT ini berupaya mempertahankan kinerja industrinya dengan melakukan diversifikasi produk dan membantu pemenuhan APD dan masker untuk tenaga medis.

"Serta memproduksi masker dari kain sehingga terjadi peningkatan signifikan pada produksi coverall, surgical gown, dan surgical mask," ungkap dia.

Lalu, lanjut dia dengan adanya surplus produksi alat kesehatan tersebut, Kemenperin akan mendorong ekspor ke negara-negara lain yang membutuhkan.

"Kita berhasil memproduksi cukup bahkan lebih. Dan kelebihan ini akan kita bisa pergunakan untuk membantu negara-negara lain dalam bentuk ekspor," tandas dia.

3. Pelonggaran Aturan

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta Mendag Agus untuk mencabut larangan ekspor masker dan alat pelindung diri (APD).

"Pemerintah saat ini akan melakukan revisi peraturan Mendag tentang larangan ekspor untuk relaksasi ekspor APD dan masker," ujar dia pada telekonferensi.

4. Respons Mendag

Mendag Agus menjelaskan, pertimbangan dirinya tak mau mengeskpor karena pihaknya ingin memastikan bahwa kebutuhan di dalam negeri sudah terpenuhi terlebih dahulu.

"Pada dasarnya APD ekspor itu bisa (dilakukan) dengan catatan, terpenuhi dulu kebutuhan dalam negeri," kata Agus di kawasan Jakarta Timur.

5. Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri

Mendag mengakui negara-negara lain memang membutuhkan pasokan alat kesehatan dalam penanganan Covid-19 di negaranya. Namun, tetap prioritas utama adalah memenuhi dahulu kebutuhan dalam negeri.

"Negara-negara luar membutuhkan, tapi prioritas utama adalah kebutuhan dalam negeri," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini