Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 3 Jenis Manusia, Kita Termasuk yang Mana?

Senin 29 Juni 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 620 2238040 ada-3-jenis-manusia-kita-termasuk-yang-mana-xpfSeMOzo0.jpg Ilustrasi (healthline)

MANUSIA merupakan makhluk Allah SWT paling sempurna karena diberikan akal dan nafsu sekaligus. Dengan akal, manusia diminta mengendalikan nafsu, bertakwa kepada Allah serta berbuat kebajikan di bumi.

Tapi, pada kenyataannya tidak semua manusia bertindak seperti yang diperintahkan oleh Allah dan rasulnya. Banyak pula yang mengedepankan nafsu, membuat kehancuran dan terlena dengan hal yang sia-sia.

Baca juga: 15 Destinasi Wisata Dunia Anti-Mainstream yang Ramah Muslim

KH Ahmad Imam Mawardi, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim Surabaya yang juga dosen UIN Sunan Ampel menyebutkan, ada tiga jenis manusia sebagaimana disebutkan dalam kitab Siyar A’laam al-Nubala’ jilid 10 halaman 282.

“Manusia yang keberadaannya bagai makanan pokok, manusia yang keberadaannya bagaikan obat, dan manusia yang keberadaannya bagaikan penyakit,” jelas KH Amad Imam dalam tulisannya seperti dilansir dari laman jaringansantri, Senin (29/6/2020).

Tipe pertama, yang disebut bagai makanan pokok adalah manusia yang keberadaannya dibutuhkan orang lain setiap saat. Adanya adalah nutrisi, gizi, penambah darah kehidupan bagi manusia. Orang dengan tipe ini selalu diharapkan kehadirannya. Tiadanya adalah kegelisahan bagi lainnya.

Baca juga: Kekhususan Nabi Muhammad: Tidak Menguap hingga Tahu Ringkihan Langit

Tipe kedua, adalah manusia yang bagai obat; dia adalah manusia yang dibutuhkan hanya ketika orang lain sedang sakit. Tipe ini masuk dalam katagori bagus, menjadi “penyembuh” kegalauan. Namun tidaklah seperti tie pertama tadi yang senantiasa dibutuhkan.

Tipe ketiga, yakni yang bagai penyakit, adalah manusia yang adanya atau kehadirannya sangatlah tidak disuka kapanpun dan dimanapun. Manusia macam ini sungguh diangap musibah bagi masyarakat dan lingkungannya.

Nah, sekarang mari kiga merenung sejenak, masuk di tipe yang manakah kita? Alangkah indahnya jika hidup kita senantiasa punya makna bagi kehidupan orang lain, minimum dibutuhkan untuk suatu saat tertentu.

Jangan sampai kita menjadi penyakit yang tak disuka siapapun dan kapanpun karena keberadaannya adalah selalu merugikan dan meresahkan.

Setiap kita pasti dianugerahi berbagai kelebihan-kelebihan dalam hidup ini. Satu orang bisa jadi memiliki anugerah yang berbeda dengan orang hang lain. Marilah kita mencoba mensyukuri nikmat itu dengan cara mejadikan kelebihan-kelebihan itu memiliki manfaat lebih, manfaat yang terus mengalir bahkan untuk masa setelah kematian kita.

Mereka yang orientasi duniawinya kuat, pasti secara cerdas menginvestasikan kelebihan hartanya untuk masa pensiun dirinya dan kehidupan anak cucunya. Mereka yang orientasi kehidupan akhiratnya kuat, pastilah secara tepat menginvestasikan kelebihan-kelebihannya untuk masa depan abadinya, bukan hanya untuk diri dan anak cucunya melainkan pula untuk kedua orang tuanya dan nenek moyangnya. Sungguh luar biasa.

Manakah yang lebih hebat dari kedua model manusia di atas? Yang paling bodoh adalah mereka yang menghabiskan apa yang dimilikinya adalah hanya untuk perutnya untuk kemudian dibuang dalam WC atau toiletnya dan tak berkesempatan bertemu lagi dengannya setelah semua digunakannya. Marilah berinvestasi dengan cerdas dan tepat, semoga kehidupan penuh berkah dan rahmah saat ini dn hari akhirat nanti.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini