Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Ganjil Genap Berlaku, Pilih Naik Transportasi Umum, Asal...

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 620 2256064 aturan-ganjil-genap-berlaku-pilih-naik-transportasi-umum-asal-KxYObwlzzq.jpg Ilustrasi. (Foto: Pempov DKI)

KEPOLISIAN DKI Jakarta menerapkan kembali peraturan Ganjil Genap kendaraan. Aturan tersebut diberlakukan di 25 titik jalanan ibu kota.

Keluarnya aturan tersebut di tengah pandemi Covid-19 membuat kekhawatiran tersendiri. Ya, sangat ditakutkan dengan adanya aturan Ganjil Genap itu pengguna transportasi umum semakin banyak. Kalau sudah begitu, penyebaran virus corona di transportasi umum semakin berisiko.

Tapi, apakah memang kekhawatiran tersebut benar adanya? Apakah transportasi umum bisa menjadi klaster penyebaran virus corona?

Baca Juga: APD Covid-19 Melenggang di Panggung Fashion Show Virtual, Keren Ya

kendaraan

Dalam laporan Scientific American, sebuah tempat dikatakan sebagai klaster Covid-19 jika terdapat setidaknya 3 kasus positif Covid-19 di dalam area tersebut. Itu juga berlaku untuk area transportasi umum.

Terkait dengan anggapan transportasi umum berisiko menjadi klaster Covid-19, sebuah studi yang dilakukan di Paris memperlihatkan fakta sebaliknya. Ya, penelitian itu membuktikan bahwa transportasi umum sangat kecil kemungkinannya untuk jadi klaster penyebaran virus corona.

Studi itu menemukan bahwa tak ada satu pun dari 150 klaster virus corona di Paris sejak awal Mei hingga Juni ditemukan di transportasi umum. Studi tersebut dilakukan di Santé Publique France. Diterbitkan pada 4 Juni 2020.

Sama halnya dengan yang terjadi di Jepang. Dikatakan Hitoshi Oshitani, ahli virologi dan pakar kesehatan masyarakat di Universitas Tohoku, pihaknya gagal menghubungkan kejadian Covid-19 dengan kondisi kereta komuter di negara tersebut.

krl

Baca Juga: Tak Cuma Keriput, Ini 5 Tanda jika Usia Semakin Menua

Di Jepang, klaster yang cukup dikhawatirkan menjadi penyebaran virus corona adalah bar, pusat kebugaran, tempat live music, tempat karaoke, dan tempat-tempat serupa yang memperlihatkan situasi orang sulit menerapkan jaga jarak aman.

Menjadi catatan penting di sini ialah transportasi umum bisa menjadi tempat yang aman dari penyebaran Covid-19, jika semua penumpang menggunakan masker dan jaga jarak aman. Ya, semua penumpang wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Jika ditanya seberapa besar risiko penyebaran virus corona di transportasi umum? Untuk sekarang ini, semua tempat memiliki risiko. Sulit untuk mengklasifikasi bahaya dari setiap aktivitas selama pandemi. Namun, secara umum menggunakan transportasi umum jauh lebih aman jika semua penumpang mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut mereka," terang Ruth Collins, profesor kedokteran molekuler di Cornell University.

Ahli Epidemiologi dan Ketua Departemen Lingkungan dan Kesehatan Kerja di Milken Institute School of Public Health Melissa Perry sepakat dengan pernyataan Prof Collins.

"Ketika Anda memiliki kepatuhan menjalankan protokol kesehatan, ini meminimalisir tubuh Anda terpapar virus corona," kata Perry.

Baca Juga: Kena Ganjil Genap dan Terpaksa Naik Transportasi Umum? Yuk Simak Tipsnya

CDC menjelaskan, menggunakan masker dan menjaga jarak aman antar orang lebih efektif menghindari seseorang terpapar virus corona daripada Anda mendisinfeksi permukaan yang ada di sekitar Anda. Sebab, virus corona menyebar lewat droplet.

Meski begitu, Perry menambahkan, Anda tetap harus waspada pada permukaan yang berisiko seperti tombol lift atau pegangan tangan. "Benda tersebut sangat sering disentuh orang-orang," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini