Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keberkahan Bangsa Indonesia karena Hadirnya Ulama

Sabtu 08 Agustus 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 620 2258933 keberkahan-bangsa-indonesia-karena-hadirnya-ulama-uY9v8xJL0c.jpg Menag Fachrul Razi (Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi menuturkan berbagai keberkahan yang selalu dirasakan bangsa Indonesia, seperti kemerdekaan dan kedamaian, adalah berkat hadirnya para ulama.

"Berbagai keberkahan yang lahir di bumi kita tercinta adalah saksi atas kiprah para ulama dalam mengawal pembangunan," tutur Menag dalam sambutannya pada peringatan Milad ke 45 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Jumat (7/8/2020) malam.

"Sejarah tak boleh dilupakan oleh bangsa ini. Ulama dan Umara adalah dua entitas yang tak bisa dipisahkan, juga tak saling menegasikan. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang saling menguatkan, melengkapi dan memotivasi,” lanjut Menag yang menyampaikan sambutannya melalui sambungan videoconferense.

Baca juga: Milad Ke-45, MUI Perkokoh Dakwah dan Toleransi

Keberadaan MUI sebagai wadah musyawarah para ulama, menurut Menag juga menjadi keuntungan tersendiri dalam pengelolaan negara Indonesia yang majemuk dan religius.

Ia mencontohkan, setiap ada upaya memecah belah bangsa dengan membawa bendera agama, MUI selalu tampil dengan fatwa-fatwa yang meluruskan dan menyejukkan.

“MUI juga menjadi partner pemerintah dalam berkonsultasi memecahkan persoalan kemasyarakatan dan bangsa,” katanya seperti dikutip dari laman Kemenag.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengajak untuk melihat kiprah para ulama sejak zaman sebelum kemerdekaan. Ia menyampaikan, sebagai negara yang diberkahi sumber daya alam, Indonesia adalah negara yang menarik dunia luar untuk datang.

Baca juga: Rais Aam PBNU: MUI Harus Merajut Benang Perbedaan Menjadi Pakaian Indah

“Seperti itulah dahulu bangsa-bangsa luar datang berusaha menguasai sumber daya alam kita yang melimpah. Ratusan tahun kita dijajah, namun kekuatan persatuan anak-anak bangsa berhasil mengusir para penjajah dari bumi nusantara tercinta," paparnya.

"Dan salah satu unsur penting dalam perjuangan tersebut adalah hadirnya para ulama, tokoh agama, yang kemudian bergabung dalam wadah Majelis Ulama Indonesia (MUI)," imbuh Menag.

Berdasarkan catatan sejarah, diketahui bahwa MUI didirikan pada tanggal 17 Rajab 1395 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 26 Juni 1975, oleh Munas 1 Majelis Ulama se Indonesia, di Jakarta.

Hadir dalam peringatan Milad MUI ke-45 tersebut Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, dan Wakil Menteri Agama KH Zainut Tauhid Sa'adi.

Wakil Presiden yang juga Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya agar MUI menjadi organisasi yang lebih kokoh dan kuat.

“Kekuatan itu dibangun dengan melakukan revitalisasi, agar kedepan jangan sampai merobohkan bangunan yang sudah dibangun. Jangan sampai membuat organisasi ini tidak dipercaya. Kalau itu terjadi, kita adalah orang yang paling berdosa karena telah menghancurkan bangunan yang telah dibangun oleh para pendahulu,” kata Wapres.

"Harapannya kepada semua, mudah mudahan MUI menjadi tempat untuk melakukan renungan-renungan, membuat ke depan MUI yang akan lebih baik, lebih dipercaya, lebih berpengaruh, lebih mempunyai wawasan, sehingga misi MUI sebagai khadimul ummah akan lebih berhasil," ujar Wapres.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini