Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Resesi, Pemerintah Siap Belanja hingga Rp2.700 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 16 Agustus 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 620 2262819 cegah-resesi-pemerintah-siap-belanja-hingga-rp2-700-triliun-aSDNuHzZx6.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia sedang berjuang agar perekonomian Indonesia tak memiliki nasib yang sama seperti negara lain, yaitu terperosok ke jurang resesi. Salah satu caranya dengan menghabiskan anggaran Rp2.700 triliun yang telah disiapkan pada tahun 2020.

Berikut beberapa fakta mengenai belanja pemerintah hingga Rp 2.700 triliun yang berhasil dirangkum oleh Okezone, Jakarta, Minggu (16/8/2020).

 Baca juga: Jokowi Bakal Habiskan Duit Rp2.700 Triliun, RI Selamat dari Resesi?

1. Ditargetkan Dana Rp2.700 Triliun Habis Hingga Kuartal-IV

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya berusaha akan menhabiskan anggaran sebesar Rp 2.700 triliun hingga kuartal IV-2020 mendatang. Dirinya meyakini dengan menghabiskan dana itu akan menyelamatkan perekonomian dari jurang resesi.

“Presiden juga mendorong agar belanja di setiap kementerian bisa dipacu, karena kalau dipacu kita bisa masuk ke jalur yang positif,” kata Airlangga saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, beberapa waktu lalu.

 Baca juga: Kerja Keras dalam 3 Bulan, Presiden Jokowi: Supaya Ekonomi RI Tak Resesi 

2. Kuartal II Baru Terserap Rp1.000 Triliun

Dia menjelaskan, hingga kuartal-II penyerapan anggaran itu sudah sebanyak Rp 1.000 triliun. Diharapkan pada kuartal III ini bisa terserap sebanyak Rp 700 triliun.

“Itu 700 triliun di kuartal III dan 1000 triliun di kuartal IV,” ujarnya.

3. Kuartal III Jadi Penentuan Indonesia Terjun ke Jurang Resesi atau Tidak

Dia menyebut, hasil pertumbuhan ekonomi pada kuartal-III 2020 menjadi penting untuk patokan perekonomian di Tanah Air. Oleh sebab itu, dirinya berharap adanya hasil yang positif dari beberapa stimulus kebijakan dari pemerintah.

“Jadi tentu kita harus melihat kuartal III jadi hal yang penting. Kita harap belanja pemerintah bisa mengungkit kuartal III-IV, sehingga, secara tahunan proyeksinya bisa positif,” ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini