Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Anjlok, Bahlil: Tak Ada Negara yang Bisa Lakukan Strategi yang Pas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 620 2278637 investasi-anjlok-bahlil-tak-ada-negara-yang-bisa-lakukan-strategi-yang-pas-17IQnIvrVw.jpg Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Setkab)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengakui realisasi investasi di Indonesia anjlok pada semester I-2020. Tercatat realisasi investasi dalam negeri hanya mencapai Rp191,9 triliun atau turun 8,9% jika dibandingkan dengan kuartal I tahun ini.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, anjloknya realisasi investasi tidak hanya dialami Indonesia. Adapun kinerja investasi loyo juga dialami oleh banyak negara.

 Baca juga: 143 Perusahaan Asing Bakal Relokasi Investasi ke Indonesia

"Kita semua tahu bahwa efek covid untuk Indonesia di kuartal satu di pertengahan Maret landai, Kemudian kuartal kedua, kita mulai menurun realisasi investasi kita. Bahkan saya ingin mengatakan tidak ada satu negara manapun yang bisa melakukan sebuah strategi yang pas untuk menghadapi kondisi seperti sekarang ini," kata Bahlil dalam webinar, Rabu (16/9/2020).

Dia mengatakan beberapa negara kompak untuk menerapkan kebijakan proteksionisme justru dianggap semakin menekan perekonomian global. Sehingga menimbulkan situasi serba tidak pasti, termasuk dalam aktivitas investasi. Alhasil sejumlah lembaga survei dunia mengumumkan bahwa FDA global terpangkas antara 30 sampai 40% .

 Baca juga: Diskusi dengan Investor Inggris, Kepala BKPM: Iklim Investasi Makin Kondusif

"Kita tahu semua bahwa semua negara melakukan kebijakan proteksionisme terhadap negaranya, dan hampir semuanya," tandasnya.

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal II-2020 mencapai Rp191,9 triliun, turun 4,3% dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 200,5 triliun. Jika dibandingkan dengan kuartal I-2020 yang mencapai Rp 210,7 triliun, maka mengalami penurunan 8,9% .

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini