Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pro Kontra PSBB Jakarta di Mata Pengusaha, Faktanya Orang Terkaya RI Menolak

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 20 September 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 620 2280451 pro-kontra-psbb-jakarta-di-mata-pengusaha-faktanya-orang-terkaya-ri-menolak-b72bWz2Dat.jpg PSBB (Foto: Okezone)

JAKARTA - Senin, 14 September 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperketat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Ibu Kota. Dengan adanya kebijakan itu membuat beberapa aktivitas menjadi terbatas setelah sebelumnya mendapat pelonggaran pada masa PSBB transisi.

Lantas bagaimana respons pengusaha terhadap keputusan orang nomor satu di Jakarta tersebut? Okezone pada Minggu (20/9/2020), merangkum beberapa fakta ihwal komentar dari para pebisnis. Berikut rangkumannya :

1. Surat Budi Hartono ke Jokowi

Orang terkaya di Indonesia Budi Hartono menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dirinya menyatakan bahwa keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan kembali diberlakukan di Jakarta tidak tepat.

"Kami membaca di pemberitaan, Gubernur DKI Jakarta akan memberlakukan PSBB mulai 14 September 2020. Alasan atas pemberlakukan dikarenakan semakin besarnya kasus positif Covid-19, kapasitas Rumah Sakit di Jakarta akan mencapai maksimum kapasitasnya dalam jangka dekat. Menurut kami, keputusan untuk memberlakukan PSBB kembali itu tidak tepat," tulis surat Budi Hartono, tertanggal 11 September 2020 yang diunggah dari Instagram @petergontha, Minggu (13/9/2020).

2. Pengusaha Mal Prediksi Pengunjung Akan Menurun

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta akan mempengaruhi jumlah pengunjung mal. Apalagi ada kebijakan masyarakat tidak diperbolehkan makan di tempat atau dine in.

Ketua DPD APPBI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, aturan dilarang makan di tempat akan sangat mempengaruhi jumlah pengunjung mal. Apalagi, operasional perkantoran juga ikut dibatasi.

Baca Juga: Miliarder No 1 Indonesia Tolak PSBB DKI Jakarta, Terungkap Alasannya 

3. Pengusaha Retail Minta Masyarakat Tak Panic Buying

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey meminta agar tidak ada panic buying dalam membeli bahan pokok.

"Kita inginkan jangan ada panic buying karena adanya kepanikan pada kelas menengah atas," ujar Roy Mandey saat dihubungi.

 


4. Pengusaha Angkutan Darat soal PSBB

Ketua Umum Organda Adrianto Djokosoetono mengatakan, pengalaman PSBB sudah pernah diterapkan beberapa bulan sejak pandemi Covid-19 mulai melanda tanah air, khususnya di Ibukota Jakarta.

“Dan yang pasti kita masih menunggu apa perubahan mendasar pada PSBB yang akan diterapkan Gubernur DKI Jakarta. Apakah berbeda dengan sebelumnya atau bagaimana,” ujarnya di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, pengaruh PSBB terhadap sektor angkutan darat jelas memberikan dampak dari sisi permintaan (demand).

“Tapi saya kira, pegaruh ini sudah diantisipasi sebab kita sudah pernah mengalaminya. Kita sudah ada standar protokol ketat yang pasti,” ujarnya.

5. Apindo Bicara Dampak PSBB

Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono menyebut, efek dari keputusan PSBB mendadak ini tentu memberikan dampak sangat signifikan dan pasti akan terjadi penurunan dari sisi produksi dan pendapatan.

"Namun, yang namanya pengusaha harus hidup dalam kondisi apapun, tentu kita tidak ingin menyerahkan nyawa kita kemudian bangkrut kepada keadaan, jadi pasti kita harus hidup dan berjuang semaksimum mungkin dan tidak mungkin lagi kita gantungkan ke orang lain," ujar Iwan dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (14/9/2020).

 

6. PSBB Jakarta, Apindo: Kesehatan Dulu Diselesaikan

 

Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono mengatakan, pihaknya setuju dengan apa yang menjadi fokus pemerintah seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa kesehatan menjadi penting karena merupakan sumber pandemi ini

"Karena itu dulu yang harus diselesaikan, kalau kemudian kesehatannya bisa diselesaikan tentu dampak ekonominya pasti akan berkurang," ujar Iwan dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (14/9/2020).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini