Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jakarta Penyumbang Terbanyak Kasus Positif Covid-19 Hari Ini, Disusul Jabar & Jatim

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 620 2282563 jakarta-penyumbang-kasus-positif-covid-19-hari-ini-disusul-jabar-jatim-jz7Thl5SDi.jpg Foto: Ilustrasi. dok.Okezone

JAKARTA - DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus positif virus corona (Covid-19) terbanyak hari ini, Rabu (23/9/2020). Penyumbang terbanyak kedua dicatat oleh Jawa Barat, kemudian Jawa Timur di posisi ketiga.

Hal itu berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diunggah oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 ke situs resminya. Berikut 5 daerah dengan penambahan kasus positif corona tertinggi:

1. DKI Jakarta: 1.133

2. Jawa Barat: 516

3. Jawa Timur: 338

4. Jawa Tengah: 257

5. Banten: 216

Untuk diketahui pada Rabu 23 September 2020 terdapat 4.465 penambahan kasus positif corona sehingga totalnya sebanyak 257.388.

Sementara itu kasus sembuh bertambah 3.660 sehingga totalnya 187.958 orang. Sedangkan kasus meninggal bertambah 140 sehingga totalnya 9.977.

Sebelumnya epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Riris Andono Ahmad menyebut Indonesia akan menjadi episentrum Covid-19 dunia jika kasus positif Covid-19 terus bertambah dan penanganannya tidak lebih baik.

Baca Juga: Berita Baik! 187.958 Pasien Sembuh Covid-19

Untuk mencegah penularan, pemerintah perlu melakukan pembatasan mobilitas penduduk. “Indonesia akan menjadi episentrum Covid-19 jika tidak segera ada perubahan,” katanya.

Menurutnya, Episentrum Covid-19 merupakan negara dengan transmisi terbesar, bukan sebagai pusat penularan. Sebab penularan ini sudah terjadi di semua negara di dunia.

Direktur Pusat kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Kesehatan masyarakat dan Keperawatan UGM ini, memandang perlunya langkah cepat melakukan penghentian. Salah satunya dengan melakukan pembatasan mobilitas penduduk agar Indonesia tidak menjadi negara dengan transmisi Covid-19 terbesar.

“Pembatasan mobilitas penduduk ini sangat penting sebab pergerakan orang menjadi faktor penyebar Covid-19,” katanya.

Apabila situasi telah terkendali, lanjutnya, pembatasan mobilitas sosial bisa kembali dilonggarkan. Namun jika nantinya dijumpai penularan Covid-19 yang meluas lagi, mobilitas penduduk segera dibatasi kembali.

“Ada saatnya kencangkan social distancing dan ada saatnya longgarkan social distancing,” jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Sudah Periksa 3 Juta Spesimen untuk Temukan Kasus Covid-19

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini