Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Covid-19, Face Shield Plastik Tidak Bisa Halau Droplet!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 620 2283526 cegah-covid-19-face-shield-plastik-tidak-bisa-halau-droplet-QwUvxir1QZ.jpg Face shield plastik tak bisa halau droplet (Foto : Forbes)

Anda yang masih mengandalkan face shield berbahan plastik mesti waspada, karena alat pelindung diri tersebut tidak ada gunanya halau Covid-19. Salah satu alasannya, droplet masih tetap menyebar ke udara.

Para peneliti dari Riken Center di Jepang menguji studi mereka dengan melakukan simulasi menggunakan Fugaku atau superkomputer tercepat di dunia. Simulasi ini pun menemukan fakta bahwa hampir 100 persen droplet berukuran 5 mikrometer 'lolos' dari face shield plastik, lalu 50 persen droplet berukuran besar menyebar di udara.

Menurut laporan Mirror, Makoto Tsubokura, ketua tim pnelitian, menyatakan bahwa dilihat dari hasil simulasi, efektivitas face shield plastik yang awalnya difungsikan untuk menghalau droplet keluar bebas ke udara ternyata hasilnya nihil.

Face Shield

"Ini terjadi pada droplet berukuran sangat kecil, kurang dari 20 mikrometer. Pada saat yang sama, droplet yang berukuran besar pun tetap tidak bisa terhalau face shield," katanya pada The Guardian.

Para peneliti pun menyarankan agar masyarakat yang menggunakan lagi face shield berbahan plastik ini. Di negara seperti Inggris bahkan tidak diberi pedoman untuk mengganti masker dengan menggunakan face shield.

Baca Juga : Intip Jessica Iskandar Santai di Kolam Renang, Netizen: Sambil Makan Odading Makin Nikmat

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun sampai saat ini belum mengetahui dengan jelas apakah face shield memiliki fungsi perlindungan yang baik dari paparan virus. Bahkan, CDC tidak merekomendasikan face shield untuk aktivitas sehari-hari sebagai pengganti masker.

Di sisi lain, pemerintah Skotlandia memperbolehkan warganya untuk mengganti masker dengan menggunakan face shield. Namun, ada catatan yang harus diperhatikan masyarakatnya. "Face shield yang dipakai harus memastikan hidung dan mulut Anda terlindungi dengan baik," catat pemerintah Skotlandia.

Para peneliti pun menyarankan agar masyarakat yang menggunakan lagi face shield berbahan plastik ini. Di negara seperti Inggris bahkan tidak diberi pedoman untuk mengganti masker dengan menggunakan face shield.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun sampai saat ini belum mengetahui dengan jelas apakah face shield memiliki fungsi perlindungan yang baik dari paparan virus. Bahkan, CDC tidak merekomendasikan face shield untuk aktivitas sehari-hari sebagai pengganti masker.

Di sisi lain, pemerintah Skotlandia memperbolehkan warganya untuk mengganti masker dengan menggunakan face shield. Namun, ada catatan yang harus diperhatikan masyarakatnya. "Face shield yang dipakai harus memastikan hidung dan mulut Anda terlindungi dengan baik," catat pemerintah Skotlandia.

Bagaimana di Indonesia?

Sementara itu, di Indonesia face shield juga masih digunakan masyarakat. Tujuannya memang tak lain untuk menghindari tubuh dari paparan Covid-19 yang dapat menular melalui droplet.

Namun, di Indonesia dianjurkan penggunaan face shield dibarengi dengan memakai masker. Hal itu seperti pernah dikatakan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K).

"Ingat, face shield itu tidak bisa menggantikan masker, jadi harus tetap pakai masker. Fungsi face shield sejatinya untuk membantu mengurangi droplet sampai ke mata, karena penularan Covid-19 itu bukan hanya lewat hidung dan mulut," ungkap dr Agus saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, perbedaan fungsi masker dan face shield sebetulnya sudah sangat jelas. Penggunaan masker yang langsung menempel pada bagian hidung dan mulut sangat ampuh melindungi bagian tubuh tersebut dari paparan droplet, begitupun sebaliknya.

Face Shield

Sedangkan face shield memang dapat membatasi secara fisik paparan droplet agar tidak mengenai area muka. Namun masalahnya, droplet tak hanya datang dari bagian depan muka saja, tetapi juga dari berbagai arah.

Itulah sebabnya dianjurkan menggunakan masker sebagai tindakan pencegahan yang utama. Namun pada praktiknya, face shield juga dipakai oleh tenaga medis untuk proteksi ganda.

"Face shield itu lebih sering dipakai untuk tenaga medis sebagai proteksi ganda. Jadi selain pakai masker, google atau kacamata, mereka juga harus pakai face shield karena melakukan kontak langsung atau jarak dekat dengan pasien," jelas Agus.

"Sekarang prinsipnya tetap pakai masker, dan boleh saja pakai face shield toh tidak ada larangan, dan face shield memang masuk dalam rekomendasi alat pelindung diri (APD) yang dikeluarkan WHO," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini