Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Gali Potensi Kopi Lokal di Destinasi Wisata NTB

Minggu 27 September 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 620 2284431 pemerintah-gali-potensi-kopi-lokal-di-destinasi-wisata-ntb-FGAC3BOtku.JPG Pemerintah gali potensi lokal di destinasi wisata NTB (Foto: Kemenparekraf)

PEMERINTAH melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya menggali potensi kopi lokal di destinasi wisata Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini sebagai upaya memperkuat pengembangan pariwisata.

Kemenparekraf/Baparekraf pun menggelar acara penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada warga kawasan Mataram, NTB, dan sekitarnya, terutama bagi para pecinta kopi dan pengusaha kopi di daerah tersebut.

Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf/ Baparekraf, Ari Juliano Gema menyatakan, NTB memiliki kekayaan alam berupa kopi, yang memiliki ciri khas berbeda baik dari segi rasa maupun aroma.

“Ini menjadi salah satu kekayaan alam NTB dan sangat potensial untuk dipasarkan di market internasional,” kata Ari, dikutip dari website resmi Kemenparekraf.

Sehingga, masyarakat NTB kata dia, dituntut memahami dengan baik dalam memproduksi kopi agar dapat mendorong industri kopi yang berdaya saing. Dengan begitu industri ekonomi kreatif di Indonesia secara menyeluruh dapat berkembang.

"Pelaku usaha kopi diharapkan memiliki improvisasi baik dalam pembuatan dan penyajiannya, karena bisa jadi nanti NTB bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata kopi. Kami mengajak lebih banyak masyarakat terjun ke usaha kopi misalnya menjadi barista. Seorang barista itu adalah seniman atau artis, karena di tangannya hanya sebuah biji, menjadi minuman dengan rasa dan kreasi yang berbeda-beda," terang dia.

Ia menyebut, masyarakat NTB juga didorong untuk tak hanya paham dalam memproduksi kopi, tapi juga memiliki pengetahuan mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terutama terkait Indikasi Geografis juga merupakan hal yang penting.

"Diharapkan masyarakat dapat memupuk rasa bangga bahwa Indikasi Geografis yang dimiliki secara komunal ini adalah sesuatu yang berharga dan dapat dikomersialisasi," ujar Ari.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Lalu Mohammad Faozal, menjelaskan bahwa selama ini tanaman kopi tumbuh subur di tanah NTB.

Meski demikian, masih diperlukan pemahaman bagi para pelaku wisata yang memiliki usaha kedai kopi maupun produsen kopi untuk memahami HKI, terutama indikasi geografis dari produknya.

"Kopi di NTB cukup banyak ragamnya, namun butuh kerja sama untuk mempersiapkan industri dari hulunya, kami butuh sumber daya manusia yang siap dan paham dengan kopi di daerah kami," kata Lalu.

Sekadar diketahui, acara penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Mataram, NTB ini, diikuti oleh 30 peserta yang memiliki minat khusus di bidang kopi, di antaranya berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini