Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain untuk Kesehatan Bayi, Penelitian Sebut ASI Bisa Cegah Corona

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 28 September 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 620 2284797 selain-untuk-kesehatan-bayi-penelitian-sebut-asi-bisa-cegah-corona-hFaEKoreXU.jpg Ilustrasi (Foto : Live Science)

Para peneliti menjelaskan, air susu perah sapi dan kambing mampu menekan strain virus hidup sekitar 70 persen. Sebagai perbandingan, efikasi whey manusia mencapai hampir 100 persen.

"ASI mampu menghilangkan virus dalam berbagai jenis sel yang lebih luas, namun tidak jelas apa yang menyebabkan perbedaan tersebut. Kami pun belum menemukan tanda-tanda bahaya yang disebabkan ASI yang mendorong proliferasi sel saat membunuh virus," kata Tong.

Ibu Menyusui

Beberapa orangtua diketahui menggunakan ASI sumbangan untuk memberikan makan bayi mereka, yang sering kali dipasteurisasi untuk menghilangkan potensi kontaminasi. Namun, peneliti di China menemukan bahwa memanaskan ASI hingga 90 derajat selama 10 menit malah menonaktifkan protein whey di dalam ASI. Efeknya adalah tingkat perlindungan terhadap virus corona malah turun hingga di bawah 20 persen.

"Penting untuk mengidentifikasi faktor utama untuk pengembangan obat antivirus lebih lanjut," tambah Tong.

Dalam studi yang diterbitkan dalam dua makalah non peer-review di biorxiv.org itu, dijelaskan bahwa studi sebelumnya meyakini kalau menyusui dianggap meningkatkan risiko penularan virus.

Di Wuhan, tempat virus pertama kali terdeteksi, bayi yang baru lahir dipisahkan dari ibunya yang dites positif dan diberi makan ekslusif dengan susu formula. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pun memperingatkan masyarakat bahwa bayi yang disusui ibu yang dicurigai membawa Covid-19 harus dilihat sebagai penyebar virus ke bayinya jika dia menyusui.

Namun, studi ini membenarkan pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk para ibu agar tetap menyusui bayinya yang baru lahir bahkan jika si ibu dinyatakan positif. Badan kesehatan global pun mencatat bahwa ada 46 ibu positif tetap menyusui anaknya di beberapa negara hingga Juni.

Dalam laporan lanjutannya, diketahui bahwa ada gen virus dalam ASI si ibu positif, tetapi gen tersebut tidak menyebabkan infeksi. Hanya satu anak yang dinyatakan positif, tapi proses penularannya dikatakan bukan karena menyusui.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini