Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Hattrick Deflasi, Nomor 4 Tanda Bahaya Ekonomi RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 620 2287515 5-fakta-hattrick-deflasi-nomor-4-tanda-bahaya-ekonomi-ri-Pj1rbhguhC.jpg Ekonomi RI (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis indeks harga konsumen (IHK) untuk bulan September 2020. Pasalnya, pada bulan September tercatat deflasi.

BPS mencatat pada bulan September 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05%. Dari 90 kota yang disurvei Indeks harga Konsumen (IHK), sebanyak 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi.

Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020), berikut fakta-fakta mengenai deflasi September 2020:

 Baca juga: Ternyata Deflasi saat Krisis 1999 Terjadi 7 Bulan Berturut-turut

1. September Alami Deflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan September 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05%. inflasi kalender (Januari-September 2020) mencapai 0,89% dan adapun inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,42%.

2. Survei sebanyak 90 Kota

Dari 90 kota yang disurvei Indeks harga Konsumen (IHK), sebanyak 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,92% dan terendah terjadi Bukit Tinggi, Jember, Singkawang masing-masing sebesar 0,01%

Sementara inflasi tertinggi terjadi di Gunung Sitoli sebesar 1% dan terendah terjadi di Potinak dan Pekan Baru 0,01%.

 Baca juga: Hattrick, BPS Catat Deflasi 0,05% pada September 2020

3. Hattrick, 3 Bulan Alami Deflasi

Deflasi September sudah ketiga kalinya sejak bulan Juli, Agustus dan September.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa deflasi telah terjadi selama 3 bulan berturut-turut. "Terjadi deflasi berurut-turut selama tiga bulan berturut," jelasnya.

4. 3 Kali Deflasi, Tanda Bahaya bagi Ekonomi Indonesia

Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai deflasi yang terjadi sebanyak tiga kali bisa membuat ekonomi Indonesia alami depresi.Adapun deflasi terjadi sejak Juli, Agustus dan September.

"Situasi deflasi yang berkelanjutan bisa mengarah pada indikasi adanya depresi ekonomi. Kita tidak sedang menghadapi resesi tapi depresi," ujar Bhima.

Dia menyebutkan pada 1930 ketika terjadi depresi, indikasi global nya adalah adanya deflasi di banyak negara.

"Kalau kita lihat 1930 ketika terjadi depresi, indikasi global nya adalah adanya deflasi di banyak negara," bebernya.

5. Indonesia Pernah Alami Deflasi Berturut-turut

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, pada 1999 Indonesia juga pernah mengalami deflasi beruntun selama tujuh bulan. Hal ini karena ekonomi domestik juga tengah menghadapi tekanan akibat krisis keuangan.

“Deflasi berturut-turut terjadi pada tahun 1999, pada waktu itu deflasi Maret-September 1999 itu deflasi berturut-turut selama tujuh bulan,” ujar Suhariyanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini