Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Martial Memang Bukan Penyerang Murni tetapi Harus Konsisten Cetak Gol

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 620 2294757 martial-memang-bukan-penyerang-murni-tetapi-harus-konsisten-cetak-gol-9MOsGV3c1d.jpg Anthony Martial gemar mencari pelanggaran (Foto: Premier League)

MANCHESTER – Kritik kembali mampir ke hadapan Anthony Martial. Kali ini kalimat tersebut meluncur dari mulut seorang Dimitar Berbatov yang pernah bersamanya di AS Monaco. Menurut Berba, pemain asal Prancis itu wajib tampil konsisten jika ingin mencapai level kelas dunia.

Belum lama ini, legenda Manchester United Paul Scholes mengkritik kebijakan klub yang tidak mendatangkan penyerang kelas dunia. Kebijakan tersebut diyakini akibat torehan gol dari Anthony Martial yang mencapai 23 buah dari 48 penampilan musim lalu.

Sayangnya, bagi Paul Scholes, Anthony Martial lebih pantas disebut sebagai sayap serang alih-alih penyerang tengah. Anggapan itu muncul karena gaya mainnya yang lebih senang menyisir sayap, masuk ke tengah, dan menembak, alih-alih beroperasi hanya di kotak penalti untuk menyelesaikan peluang.

Baca juga: Kecewa dengan Martial, Scholes Minta Man United Beli Nomor Sembilan Berkualitas

Anthony Martial cukup doyan buang peluang (Foto: UEFA)

Pendapat sedikit berbeda disampaikan Dimitar Berbatov. Pria asal Bulgaria itu tidak masalah dengan kritik dari Paul Scholes karena itu berkaitan dengan gaya main seseorang. Namun, ia lebih ingin mengkritik soal performa Anthony Martial yang inkonsisten.

“Saya membaca komentar dari Scholes dan dia sangat kritis terhadap Anthony Martial. Opini saya tentang Martial sudah cukup diketahui orang. Dia mungkin tidak pernah bisa menjadi seorang penyerang nomor 9. Dia lebih senang masuk dari sayap, melakukan trik, dan mencoba dilanggar di kotak penalti,” urai Dimitar Berbatov, dikutip dari Manchester Evening News, Jumat (16/10/2020).

“Satu-satunya kritik dari saya adalah dia kurang konsisten seperti seharusnya. Dia tidak selalu tampil brilian di setiap pertandingan. Sampai dia bisa menunjukkan konsistensi, sulit menyebutnya berkelas dunia,” imbuh pria berusia 39 tahun itu.

Dimitar Berbatov lantas membandingkan kinerja Anthony Martial dengan dua pencetak gol ulung yang sama-sama beroperasi di sayap, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Menurutnya, amat mudah untuk mendapat kritikan ketika tidak tampil bagus di klub sebesar Manchester United.

“Itu yang membedakan pemain bagus dengan hebat. Anda lihat (Cristiano) Ronaldo dan (Lionel) Messi. Mereka mencetak banyak gol dalam jumlah yang konsisten dalam 10 tahun,” lanjut Dimitar Berbatov.

“Ketika Anda bermain di klub besar dan tidak tampil konsisten, Anda akan dikritik. Kita mesti ingat Martial bermain dengan 10 orang di sekitarnya, jadi ini bukan hanya soal dia. Sulit bagi pemain seperti Martial untuk menonjol jika tidak mendapat dukungan dari timnya,” tutup mantan penyerang Bayer Leverkusen itu.

Kebetulan, penampilan Anthony Martial memang belum konsisten. Walau begitu, torehan golnya menunjukkan peningkatan dalam dua musim terakhir. Pada 2018-2019, Martial mengukir 12 gol, sementara musim lalu menyentuh 23 buah di semua kompetisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini