Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Penyintas Covid-19 Ini Keluhkan Rambut Rontok

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 620 2298376 perempuan-penyintas-covid-19-ini-keluhkan-rambut-rontok-Vds51E3kFw.jpg (Foto: Shutterstock)

Pandemi Covid-19 masih melanda dunia. Sebagian penyintas Covid-19 mungkin memiliki pengalaman yang berbeda-beda terkait kondisi yang mereka alami.

Terkini, dikabarkan penyintas Covid-19 mengeluhkan rambut rontok. Ia menyadari rambutnya mengalami kerontokan saat keramas.

"Saya keramas di suatu hari dan saat saya meremas rambut saya, tetiba segumpal rambut ikut tertarik. Saya kemudian berpikir, ini mungkin rambut yang tersangkut di kunciran saya," cerita Maravola, perempuan berusia 44 tahun dari Leetsdale, Pennsylvania, dilaporkan NBC News.

Tapi, selama dua bulan setelahnya rambut Maravola terus mengalami kerontokan. Momen itu biasanya terjadi saat dirinya keramas. "Karena itu, saya jadi takut buat keramas. Ketika keramas, saya selalu menangis di tengah kucuran air karena rambut saya terus rontok," keluhnya.

Maravola adalah satu dari banyaknya penyintas Covid-19 yang menghadapi rambut rontok cukup dramatis. Para peneliti pun tidak menduga efek samping ini bisa terjadi. Sangat mengejutkan.

"Masalah itu tentu sangat menjengkelkan bagi para penyintas Covid-19. Mereka sudah senang terbebas dari penyakit misterius tersebut, tapi kemudian menghadapi masalah lain," kata Dr Sara Hogan, seorang dokter kulit dan instruktur klinis ilmu kesehatan di David Geffen School of Medicine.

Diterangkan di sana, rambut rontok tiba-tiba bisa terjadi setelah peristiwa yang membuat stres, termasuk operasi besar atau bahan pemicu stres emosional seperti memulai pekerjaan baru. Nah, pandemi memberi tingkat stres yang cukup terasa bagi semua orang dan itu yang membuat banyak orang mengalami rambut rontok juga selama pandemi.

"Sebelum pandemi, saya menangani pasien rambut rontok itu tiga hingga lima orang dalam seminggu, sekarang, di masa pandemi, saya bisa menangani 7 orang per hari," terangnya.

 Sebagian penyintas Covid-19 mungkin memiliki pengalaman yang berbeda-beda terkait kondisi yang mereka alami.

Baca juga: Manfaat Air Beras untuk Kecantikan Kulit dan Rambut

Jika ditelaah lebih jauh, pasien rambut rontok itu didiagnosis dengan telogen effluvium. Kondisi ini biasanya membuat rambut rontok bisa sampai 100 helai per hari. Nah, telogen effluvium muncul sekitar 3 bulan setelah seseorang mengalami stres yang sangat berat, dan pada beberapa pasien, kondisi ini bisa sembuh dalam 4 hingga 6 bulan.

Para peneliti tidak percaya bahwa Covid-19 menyerang folikel rambut, yang berarti rambut rontok terjadi karena reaksi tubuh terhadap stres fisiologis dan emosional yang disebabkan penyakit tersebut, tapi bukan gejala dari penyakit itu. Ini terbukti dari pasien Hogan yang datang dengan keluhan rambut rontok tapi negatif Covid-19.

"Hanya saja akibat pandemi lainnya yang menyebabkan kerontokan rambut. Masalah itu seperti soal finansial atau kematian anggota keluarga akibat Covid-19," kata Dr Lauren Kole, asisten profesor dermatologi di Universitas Alabama di Birmingham School of Medicine.

Rambut rontok pada penyintas pernah mengejutkan publik sebelumnya karena pengakuan aktris Alyssa Milano. Ia adalah penyintas Covid-19 dan mengalami kerontokan rambut. Dalam penjelasannya, ia kehilangan banyak helai rambut saat menyisir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini