Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Studi: Dokter Berisiko Terinfeksi Covid-19 Akibat AC di Ruang ICU

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 620 2299526 studi-dokter-berisiko-terinfeksi-covid-19-akibat-ac-di-ruang-icu-Apq4htuJ4c.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Ruang ICU pasien Covid-19 ternyata menyimpan risiko tinggi paparan virus SARS-CoV2 untuk para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Parahnya lagi, risiko itu muncul karena pendingin ruangan atau AC yang dipasang di ruangan intensif tersebut.

Karena itu, peneliti di India menyarankan agar pihak rumah sakit mendesain ulang kamar ICU pasien Covid-19 dengan tidak memasang AC di dalamnya. Ini perlu dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona dari pasien ke dokter maupun tenaga kesehatan.

Pasien Covid-19

Menurut laporan New York Post, para peneliti menerangkan bahwa udara yang terinfeksi virus corona di sekitar pasien di ICU menyebar dan seiring waktu, viral load-nya meningkat sehingga siapa pun yang berada di ruangan tersebut berisiko tinggi untuk terpapar Covid-19.

Baca Juga : Anya Geraldine Tampil Menggoda Terbalut Kain Transparan : Call Me Lingling

Studi yang dilakukan para peneliti di Institut Sains India di Bengaluru itu memberikan rekomendasi bahwa penggunaan kipas angin bisa jadi solusinya. Jadi, kipas tetap menarik masuk udara dari luar ke dalam, lalu dikeluarkan lagi setelah melewati filter udara yang berbasis sabun atau air yang sangat panas.

"Dalam hal ini, perubahan mendasar yang kami sarankan untuk desain ICU yang merawat pasien Covid-19 atau pasien penyakit menular lainnya adalah harus ada aliran udara yang cepat melalui udara dalam satu arah," tulis peneliti.

Jadi, kipas yang digunakan untuk menarik udara dari luar mesti berdaya kuat, dan untuk mendorong udara dari dalam ruang ICU keluar, daya yang digunakan harus kuat juga dan ditambahkan filter berupa sabun atau natrium hipoklorit, atau air sangat panas. Ini diperlukan agar udara dari dalam kamar ICU yang terpapar virus tidak dikeluarkan mentah-mentah ke luar kamar ICU.

"Dengan filter semacam tu dipastikan virus mati atau hancur ketika dibuang keluar," kata peneliti.

Para penulis melanjutkan, sabun dinilai cukup untuk mengatasi H1N1 bahkan Ebola. Mereka juga mencatat bahwa menjauhkan dokter senior yang berusia di atas 60 tahun dari pasien Covid-19, khususnya yang dirawat di ICU, akan membantu menjaga kesehatannya.

Dokter Pakai APD

"Wabah Covid-19 ini sekali lagi membuat kami menyadarai bahwa pentingnya petugas kesehatan sebagai sumber daya yang paling berharga dan merupakan prioritas utama untuk menyediakan APD yang efektif serta lingkungan yang aman dan terdisinfeksi dengan baik, serta memastikan keamanan mereka," kata peneliti.

Para peneliti pun mengimbau agar peneliti teknik mengerjakan desain yang inovatif dan efektif untuk menghasilkan filter udara berbahan dasar sabun untuk menangani udara yang terinfeksi di ruang ICU pasien Covid-19.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini