Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Sebut Perempuan Lebih Stres Dibandingkan Pria saat Pandemi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 620 2300786 peneliti-sebut-perempuan-lebih-stres-dibandingkan-pria-saat-pandemi-covid-19-B8sJ6tZHf4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEREMPUAN dan anak menjadi kelompok yang rentan akibat terdampak pandemi Covid-19. Menurut studi terbaru, perempuan diketahui lebih stres dibandingkan pria selama pandemi berlangsung.

Dalam laporan berjudul 'Menilai Dampak Covid-19 terhadap Gender dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia', terungkap fakta bahwa pandemi Covid-19 mengekspos kerentanan perempuan terhadap guncangan ekonomi dan memperdalam ketidaksetaraan yang sudah ada di Indonesia sejak sebelum pandemi.

Faktor tersebut, dimungkinkan kan membalikkan kemajuan dalam pencapaian SDG. Laporan ini didukung oleh inisiatif 'Women Count' dari UN Women dan The United Nations (UN) Covid-19 Multi-Partner Trust Fund bekerja sama dengan UNICEF, WFP, dan UNDP.

Lantas, apa saja temuan dari laporan ini terkait dengan dampak pandemi pada perempuan?

"Perempuan di Indonesia banyak bergantung dari usaha keluarga, tetapi 82 persen dari mereka mengalami penurunan dalam sumber pendapatan. Meskipun 80 persen laki-laki juga mengalami penurunan serupa, bukti menunjukkan bahwa laki-laki mendapatkan keuntungan dari sumber pendapatan yang lebih luas," ungkap laporan yang diterima Okezone, belum lama ini.

Menurut laporan tersebut, sejak pandemi berlangsung ada 36 persen perempuan pekerja informal yang harus mengurangi waktu kerja berbayar mereka, dibandingkan laki-laki yang persentasenya ada di angka 30 persen.

Pemberlakukan pembatasan sosial juga ternyata memberi dampak yang lebih berat bagi perempuan dalam hal pekerjaan rumah tangga tak berbayar. Perempuan memikul beban lebih berat yaitu 69 persen perkara ini dibandingkan laki-laki yaitu 61 persen.

Dari data tersebut, bisa dikatakan bahwa perempuan menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga tak berbayar. "Demikian pula ada 61 persen perempuan yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk kerja pengasuhan tak berbayar, lebih besar dari pria yang hanya 48 persen," tambah laporan tersebut.

Laporan tersebut juga menyoroti persoalan kesehatan mental. Tercatat, perempuan dinilai lebih stres selama pandemi dibandingkan laki-laki. Angka perbandingannya 57 persen untuk perempuan dan 48 persen untuk laki-laki.

"Meningkatnya beban pekerjaan rumah tangga dan kerja pengasuhan, kecemasan kehilangan pekerjaan dan pendapatan, serta efek pembatasan pergerakan terhadap kekerasan berbasis gender dianggap menjadi faktor penyebab dari tingginya persentase tersebut," ungkap laporan ini.

"Laporan ini memperlihatkan dengan jelas bahwa perempuan terdampak secara tidak proporsional oleh pandemi. Data ini sangat penting untuk memastikan bahwa intervensi yang ada dirancang untuk perempuan, terutama bagi mereka yang merupakan kelompok rentan," terang Jamshed Kazi, UN Women Representative for Indonesia and Liaison to ASEAN.

Kazi menambahkan, data terbaru ini pun diharapkan dapat membantu Satgas Penanganan Covid-19, mitra-mitra pembangunan, serta sektor swasta di Indonesia dalam pembuatan keputusan untuk mendukung respons kuat terhadap Covid-19. Itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perempuan dan anak perempuan, serta dalam mempromosikan upaya pemulihan yang cepat.

Subjek penelitian diambil dari sejumlah pengguna jaringan telekomunikasi yang ada di Indonesia dan dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan sejak April hingga Juli 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini