Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenparekraf Minta Industri Pariwisata Benahi Kelengkapan Data

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 620 2300882 kemenparekraf-minta-industri-pariwisata-benahi-kelengkapan-data-ai9hYwU8DF.jpg Ilustrasi. (Foto: Kemenparekraf)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menekankan pentingnya pelaku wisata di Indonesia untuk melengkapi data mikro terkait usahanya. Hal ini perlu dilakukan agar lebih mudah dijangkau program pemerintah dengan lebih efektif.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo mengatakan, Kemenparekraf bertekad untuk mendukung pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar semakin berkembang di era adaptasi kebiasaan baru. Karena roda perekonomian negara harus selalu bergerak.

“Berbagai program pun sudah kami rancang untuk diterapkan bagi pelaku parekraf,” kata Fadjar seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (28/10/2020).

Ia mengatakan, pihaknya juga memerlukan dukungan data mikro termasuk kelengkapan data pelaku parekraf yang akurat di lapangan sebagai dasar untuk merancang kebijakan sekaligus sasaran dalam penerapan program.

Baca Juga: Wisatawan Mulai Berdatangan ke Lembang, Petugas Siapkan Langkah Antisipasi

Fadjar mencontohkan, kelengkapan data-data para anggota yang tergabung dalam asosiasi pariwisata akan memungkinkan penerapan program berjalan sesuai target sasaran. Termasuk dalam program pelatihan, bantuan pemerintah berupa stimulus maupun bantuan dalam bentuk lain, hingga pemberian insentif.

Sejumlah program yang saat ini dikembangkan untuk mendukung usaha pelaku parekraf di tengah pandemi di antaranya bantuan-bantuan serta stimulus seperti sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) gratis, penyaluran dana hibah pariwisata, serta bantuan langsung tunai ke pelaku wisata dan ekonomi kreatif. Semua program itu menjadi upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga agar para pelaku usaha bisa tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.

Hal itulah yang menurut dia, mendorong perlunya akurasi data yang lengkap terutama dari asosiasi yang memayungi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif, sehingga program dan bantuan pemerintah dapat diterapkan sesuai sasaran.

“Kami berharap asosiasi pariwisata mendorong anggotanya untuk menyampaikan data yang akurat,” katanya.

Beberapa kelengkapan yang ditekankan sangat penting di antaranya data BPJS bagi anggota asosiasi pariwisata. Pasalnya, ada beberapa program dan bantuan yang didistribusikan berdasarkan data dari BPJS pekerja formal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf Ari Juliano Gema menambahkan, untuk menjaga ketahanan dari para pelaku wisata dan ekonomi kreatif dari dampak pandemi Covid-19, perlu ada pendistribusian bantuan dan stimulus yang jelas dan tepat sasaran.

“Agar bantuan dan program tepat sasaran ke depan perlu ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan asosiasi pelaku wisata,” ujar Ari Juliano.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf , R. Kurleni Ukar menuturkan selain distribusi bantuan yang tepat sasaran, perlu ada pengendalian pandemi Covid-19 yang ketat. Masyarakat umum harus memiliki kesadaran akan pentingnya penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE.

“Sepanjang kita tidak bisa mengendalikan Covid-19, semakin sulit kita membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Kuncinya adalah dengan membangkitkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan mengenai pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Kurleni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini