Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lionel Messi Takkan Lolos dari Kebijakan Pemotongan Gaji

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 06:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 620 2303146 lionel-messi-takkan-lolos-dari-kebijakan-pemotongan-gaji-MrpMY3ZTAv.jpg Lionel Messi mengikat tali sepatu (Foto: Barcelona)

BARCELONA – Kabar buruk buat Lionel Messi. Presiden interim Barcelona, Carles Tusquets, menjamin La Pulga tidak akan mendapat perlakukan spesial terkait pemangkasan gaji. Kebijakan tersebut perlu dilakukan demi membantu keuangan klub yang terhantam pandemi Covid-19.

Dalam laporan keuangan yang dirilis pada awal Oktober 2020, Barcelona mengklaim mengalami kerugian hingga 97 juta Euro (setara Rp1,65 triliun). Angka fantastis itu diperoleh karena pendapatan mereka merosot tajam.

Padahal, Barcelona sempat memproyeksikan pendapatan sebesar 1 miliar Euro (setara Rp17 triliun). Apa mau dikata, pandemi Covid-19 membuyarkan proyeksi tersebut. Blaugrana malah hanya menorehkan pendapatan sebesar 855 juta Euro (setara Rp15 triliun).

Baca juga: Lionel Messi Dibuatkan Patung Lebih Besar daripada Camp Nou

Lionel Messi beraksi di lapangan (Foto: Twitter/@fcbarcelona)

Guna mencegah semakin dalamnya kerugian yang dialami, Barcelona berencana memangkas gaji para pemain bintangnya, termasuk Lionel Messi. Carles Tusquets memastikan, pesepakbola asal Argentina itu tidak akan mendapat keistimewaan.

“Sepertinya kami bisa segera mencapai kesepakatan. Saya melihat adanya kerelaan dari pemain untuk memangkas gaji mereka. Kami bukannya ingin mengambil uang dari siapa pun, tetapi hanya melakukan penyesuaian saja,” terang Carles Tusquets, dikutip dari Goal, Selasa (3/11/2020).

“Kami tidak bisa memberi keistimewaan hanya kepada satu orang (Messi). Kami bisa merancang struktur yang berbeda, tetapi tidak ada kesepakatan berbeda untuk individu-individu tertentu,” imbuh pengganti Josep Maria Bartomeu tersebut.

Sekadar informasi, alokasi pengeluaran Barcelona untuk menggaji pemainnya menyentuh 70% dari anggaran keuangan. Sebagai megabintang plus kapten tim, Lionel Messi mendapat bayaran tertinggi, yakni menyentuh angka 28,8 juta Euro (setara Rp476 miliar) per tahun.

Belum diketahui dengan pasti berapa persen pemotongan gaji yang coba dinegosiasikan Barcelona dengan para pemain. Klub berjanji untuk mencapai kesepakatan yang menyenangkan semua pihak. Hal itu perlu dilakukan agar kerugian tidak semakin dalam akibat hilangnya pendapatan dari tiket pertandingan.

“Kami berusaha memecahkan masalah ini dengan seluruh staf dan karyawan. Kami akan melakukan segalanya yang mungkin untuk memastikan semua pihak merasa puas,” lanjut Carles Tusquets.

“Tergantung dari jumlah uang yang tersedia, kami tahu pendapatan kami bisa menurun sebesar 300 juta Euro (setara 5,1 triliun) jika masih tidak bisa membuka stadion untuk umum,” tutup pria berkebangsaan Spanyol tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini