Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perlu Langkah Luar Biasa Bangkitkan Pariwisata di Tengah Covid-19

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 620 2308923 perlu-langkah-luar-biasa-bangkitkan-pariwisata-di-tengah-covid-19-1CvkZbQ7XO.JPG Kegiatan ICTM di Kota Batu (Okezone.com/Avirista)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan perlu adanya penanganan ekstraordinary atau luar biasa untuk membangkitkan sektor ekonomi dan pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

"Untuk membangun tatanan baru harus dengan pendekatan ekstraordinary, karena pandemi Covid-19 ini global, penanganannya pun dengan ekstraordinary supaya pergerakan ekonomi tumbuh, itu dari arahan Presiden Jokowi," ujar Koordinator Promosi dan Pendukung Wisata Kemenparekraf Titik Wahyuni saat membuka Indonesia Corporate Travel and MICE (ICTM) III di Golden Tulip Holland Resort Batu, Jawa Timur, Kamis (12/11/2020) malam.

Baca juga: Apa Itu CHSE Pariwisata dan Ekonomi Kreatif?

Salah satu sektor wisata paling terpuruk saat Covid-19 mewabah di Indonesia adalah kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE). Kemenparekraf mendorong MICE menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE, yakni singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan).

Penyelenggara MICE perlu kreatif mengemas kegiatan agar tetap bergerak aman di tengah Covid-19, misalnya dengan menyusun event dengan konsep hybrid.

"Bagaimana cara menggerakkan ekonomi di kondisi yang terbatas. Kami sudah melakukan kegiatan online, beranjak ke kegiatan hybrid. Malam ini bisa melakukan kegiatan offline dari buyer (pembeli) dan seller (penjual) teman-teman di Jawa Timur. Buyer sebagai strategi untuk menggerakkan perekonomian di domestik," paparnya.

Baca juga: Menko Luhut Apresiasi Penerapan Protokol 3K di Labuan Bajo

Sosialisasi panduan dan protokol kesehatan CHSE pada sektor MICE perlu terus dilakukan dengan melibatkan peran seluruh elemen, termasuk media sebagai sarana informasi.

Kemenparekraf menggandeng MNC Group sebagai perusahaan media terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara. "Sebagus apapun kegiatan kalau tidak dipublikasikan, gaungnya kurang.”

Sementara Kabid Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Jawa Timur Ansari mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memiliki Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Kepariwisataan Jawa Timur.

"Diatur 8 kebijakan terkait pengembangan MICE, Aspem pengembangan wisata baru, pengembangan daerah wisata dengan kawasan mengembangkan konsep pemasaran. Meningkatkan dan citra brand image untuk wisata MICE," ujar Ansari

Menurut Ansari, Jawa Timur punya potensi luar biasa mengembangkan industri pariwisata.

"Jatim punya wisata yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Surabaya Sidoarjo daerah industri, Jatim punya Malang Raya untuk mempopulerkan MICE dengan wisata alamnya. Banyuwangi juga dilirik sebagai wisata alam, di sana muncul hotel-hotel ternama," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini