Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Fakta Industri Fintech di Indonesia, Pengangguran Bisa Berkurang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 15 November 2020 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 620 2309562 6-fakta-industri-fintech-di-indonesia-pengangguran-bisa-berkurang-29hXjvkGjA.jpg Fintech (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perkembangan industri Financial Technology (Fintech) di Indonesia tercatat masih rendah di Asean. Padahal, penggunaan Fintech dinilai dapat mengakses layanan keuangan dengan aman, nyaman, dan berbiaya terjangkau.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta, Jakarta Minggu (15/10/2020).

1. Industri Fintech Indonesia Masih Tertinggal Malaysia dan Singapura

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyanyangkan perkembangan fintech di Indonesia masih rendah di Asean. Apalagi Indonesia masih tertinggal dari Malaysia dan Singapura yang teknologi fintechnya sudah berkembang pesat.

Rinciannya perkembangan fintech Singapura sebesar 98%, Thailand 82% dan Malaysia 85%.

"Inklusi keuangan kita masih rendah persentasenya yang hanya 75%. Kita masih punya pekerjaan rumah yang besar dalam pengembangan teknologi fintech," kata Jokowi dalam video virtual, Rabu (11/11/2020).

2. Alasan Perkembangan Fintech di Indonesia Berjalan Lamban

Kepala Negara menjelaskan penyebab perkembangan fintech masih rendah yaitu masyarakat hanya menggunakan layanan keuangan Informal. Hal inilah menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

"Karena masyarakat masyarakat banyak gunakan layanan keuangan nformal 35%," katanya.

3. Jokowi Minta Pelaku Industri Fintech Memperkuat Tata Kelola

Dia pun meminta pelaku industri fintech untuk memperkuat tata kelola yang lebih baik dan akuntabel, serta melakukan berbagai mitigasi risiko yang kemungkinan akan muncul.

"Dengan cara ini saya berharap industri fintech dapat memberikan layanan yang aman bagi masyarakat, serta memberi kontribusi besar bagi pengembangan UMKM dan perekonomian nasional," bebernya.

 

4. Fintech Diharapkan Bisa Mengembangkan Pelaku UMKM di Indonesia

Jokowi berharap, fintech bisa menjadi pendamping perencana keuangan, serta memperluas UMKM dalam akses pemasaran e-commerce.

"Para inovator fintech juga harus mengembangkan diri secara terus-menerus untuk menjalankan fungsi agregator dan inovatif credit scoring. Memberikan layanan equity crowdfunding dan project financing," tandasnya.

5. Industri Fintech Indonesia Akan Salip Singapura

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan industri Fintech memilki peranan besar dalam hal ini, dengan estimasi nilai sebesar USD40 miliar dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50%.

“Pada tahun 2025, fintech diperkirakan bernilai lebih dari USD100 miliar, didorong terutama oleh pembayaran digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan lain-lain,” papar Airlangga.

6. Fintech Bisa Kurangi Pengangguran

 

Airlangga menyebut Fintech akan memainkan peran penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran fintech diyakini bisa mengurangi pengangguran di Indonesia.

"Kami (pemerintah) melihat tantangan fintech saat ini juga diharapkan bisa jawab tantangan terhadap potensi pengangguran terbuka. Jadi fintech ini dapat dorong kegiatan UMKM dan kewirausahaan," ujar dia dalam pembukaan Pekan Fintech Nasional (PFN) 2020 dan Indonesia Fintech Summit (IFS) 2020, Rabu (11/11/2020).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini