Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan Bocorkan Fakta di Balik Vaksin Covid-19 Pfizer

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 16 November 2020 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 620 2310311 ilmuwan-bocorkan-fakta-di-balik-vaksin-covid-19-pfizer-E8lP2C8fjX.jpg Ilustrasi (Foto : Live Science)

Vaksin Covid-19 produksi Pfizer dan BioNTech diklaim 90 persen efektif mencegah seseorang terinfeksi SARS-CoV2. Klaim ini keluar minggu lalu dan mengejutkan dunia.

Di sisi lain, ilmuwan yang terlibat dalam pembuatan vaksin Covid-19, Uğur Şahin, menegaskan bahwa vaksin bikinannya itu bisa menyelesaikan pandemi yang sudah membunuh banyak sekali nyawa manusia.

Hal itu karena vaksin Covid-19 bikinan Pfizer dan BioNTech diyakini mampu menghalau virus menyebar dari satu orang ke orang lain, meski persentasenya hanya 50 persen, bukan 90 persen. Namun, angka persentase tersebut diyakini mampu mengendalikan pandemi secara drastis.

vaksin covid-19

"Saya sangat yakin bahwa penularan di antara orang-orang akan berkurang dengan vaksin ini," katanya seperti dikutip dari laman The GUardian, Senin (16/11/2020).

Baca Juga : Resmi Dinikahi Sule, Nathalie Holscher Cantik Pakai Gaun Bertabur Swarovski

Uğur Şahin menambahkan, para peneliti akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak kandidat vaksin dalam memperlambat transmisi 'dalam beberapa bulan' setelah analisis lebih lanjut dari respons antibodi pada peserta uji coba.

BioNTech sebelumnya mengatakan bahwa beberapa pertanyaan pentingh terkait kemanjuran vaksin hanya akan dijawab dalam beberapa minggu atau bulan mendatang. Sebab, masih dalam proses pengujian lebih lanjut.

"Nah, kalau menetapkan apakah vaksin ini juga dapat menghentikan infeksi tanpa gejala perlu waktu hingga satu tahun," menurut laporan BioNTech.

Hal yang sama juga berlaku untuk pertanyaan berapa lama vaksin mampu melindungi seseorang dari paparan virus SARS-CoV2. Namun Uğur Şahin menjelaskan bahwa suntikan vaksin mungkin perlu dilakukan per tahun atau per lima tahun sekali. "Itu tergantung pada respons antibodi setiap individunya," tegasnya.

vaksin covid-19

BioNTech sendiri berharap bisa mengirimkan lebih dari 300 juta dosis vaksin ke seluruh dunia dimulai dari April 2021, dengan suntikan pertama bulan depan. Kondisi ini bahkan dinilai terlambat, karena terjadinya peningkatan kasus di wilayah Eropa dan Amerika.

Meski begitu, Şahin menambahkan, itu akan menyelamatkan masyarakat di Eropa dan Amerika dan bisa memiliki musim dingin yang normal tahun depan. "Vaksin baru akan dikirim pada akhir tahun soalnya," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini