Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenparekraf Ingin Penduduk Lokal Labuan Bajo Ciptakan Produk Kreatif

Lintang Tribuana, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 620 2312349 kemenparekraf-ingin-penduduk-lokal-labuan-bajo-ciptakan-produk-kreatif-Li9aE0Vcty.jpg Menggali potensi wisata Labuan Bajo. (Foto: Kemenparekraf)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan program Aksilarasi (Aksi, Selaras dan Sinergi) dengan tema Merawat Ingatan Merayakan Peradaban di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Program dibuat dengan mengandalkan digitalisasi.

Program ini digagas oleh Direktorat Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan, sebagai bentuk pendampingan bagi masyarakat lokal untuk menciptakan produk kreatif demi meningkatkan ekonomi dan pariwisata. Terbagi menjadi 4 sub sektor, yakni musik, seni pertunjukan tari, seni rupa, dan penerbitan.

Namun pandemi covid-19 pun menjadi tantangan Kemenparekraf dalam menjalankan program ini. Menurut Mohammad Amin, Direktur Musik Seni dan Pertunjukan, semua dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

"Jadi bagaimana kita mengakali keadaan? Kita melaksanakan ini dengan protokol kesehatan. Saat ini, press conference juga jumlah (undangan) terbatas," ungkapnya.

Selain membatasi jumlah orang, pihak terkait juga melakukan tes rapid sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona.

Baca Juga: Wishnutama Ungkap Alasan Kemenparekraf Gandeng Influencer Promosikan Pariwisata

Selain itu, penggunaan teknologi era digital juga dimanfaatkan dalam pelaksanaan pendampingan tiap sub sektor, salah satunya penerbitan. Hal ini diakui oleh Asgar Maipang, perwakilan peserta asal Pulau Rinca.

"Pandemi menyadarkan kami untuk memanfaatkan potensi digital. Kelemahan kita hari ini masih di internet, tapi bagi penerbitan itu sangat memungkinkan kerja daring," ungkapnya.

Diharapkan, program yang akan dilaksanakan 5 tahun ke depan ini menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang khas hingga meningkatkan pariwisata dan perekonomian. Uji publik atas program ini akan dilaksanakan secara daring pada 19 November 2020.

Baca Juga: Penumpang Bandara Komodo Bakal Disuguhkan Mini Konser Musik Lokal

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini