Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

World Bank Yakini UU Ciptaker Bikin Investor 'Nyaman' di RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 620 2313491 world-bank-yakini-uu-ciptaker-bikin-investor-nyaman-di-ri-qpaEBEdmfv.jpeg Investasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga keuangan dunia mengapresiasi pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja, salah satunya World Bank. World Bank meyakini bahwa UU Cipta Kerja adalah wujud reformasi struktural yang bisa menghadirkan sentimen positif bagi para investor terhadap Indonesia.

"Dari awal World Bank meyakini bahwa ini (UU Cipta Kerja) salah satu bentuk dari reformasi struktural yang memungkinan Indonesia ke depan akan membuat investor lebih tertarik,” ungkap ekonom Ridwansyah dalam diskusi virtual, Jakarta, Jumat (20/11/2020) malam.

Baca Juga: Pengusaha: Banyak Hal Positif dari UU Cipta Kerja 

Sentimen positif itu, lanjut Ridwansyah, berlangsung hingga pertengahan November. Nilai tukar Rupiah relatif membaik atau makin menguat. Untuk itu, World Bank memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1 2021 akan bergerak menjadi positif, menjadi 2% dan inflasi relatif stabil.

“Proyeksi optimis itu dengan syarat implementasi UU Cipta Kerja melalui PP benar-benar disusun dengan baik. Kemudian, penanganan Covid-19 melalui vaksin karena sumber resesi yang paling berbahaya adalah uncertainty (ketidakpastian). Syarat lainnya adalah stabilitas politik, ” kata Ridwansyah.

 

Ridwansyah optimis, jika syarat itu terpenuhi maka pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin meningkat di tahun 2012. “Wold Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,4-4,4%, Bank Indonesia memproyeksikan 5% pada 2021,” kata Ridwansyah.

Dihadirkannya UU Cipta Kerja untuk memperbaiki regulasi dan birokrasi karena selama ini menghambat investasi dan juga penciptaan lapangan kerja.

Lebih jauh Ridwansyah menerangkan, bahwa dihadirkannya UU Cipta Kerja karena pemerintah memiliki target peningkatan investasi hingga 6,6%-7% dan target penciptaan lapangan kerja yang bisa menyerap 2,7 hingga 3 juta per tahun.

“Ini karena setiap tahun ada tambahan angkatan kerja baru sekitar 2,5 juta orang,” kata Ridwansyah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini