Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenparekraf Catat Selama Pandemi Industri Fashion Naik 54,54%

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 23 November 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 620 2314423 kemenparekraf-catat-selama-pandemi-industri-fashion-naik-54-54-WiOK1i24Ts.jpg Ilustrasi. (Foto: Kemenparekraf)

PANDEMI Covid-19 tak mengahalangi pelaku industri kreatif untuk tetap produktif. Berdasarkan jumlah, pelaku bisnis di sektor industri kreatif terus mengalami peningkatan. 

Dikutip dari buku Opus Report “Outlook 2019", peningkatan jumlah pelaki bisnis terjadi pada sektor dekorasi rumah, makanan kemasan, fesyen muslim, pakaian jadi, dan animasi. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa nilai ekspor dari sub-sektor ekonomi kreatif meningkat dari USD 19,33 juta atau Rp274 miliar pada 2015 menjadi USD 19,98 juta atau Rp283 miliar di 2016. 

Peningkatan tersebut didominasi oleh sub-sektor tertinggi yaitu fesyen (54,54%), kerajinan tangan (39,01%), dan kuliner (6,31%), yang ditujukan ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Swiss, Jepang, Singapura, dan Jerman. Kontribusi dari sub-sektor tersebut di pasar internasional semakin terlihat meskipun belum tertata secara optimal baik dari aspek pemilihan pasar maupun dari peraturannya. 

Kemenparekraf menekankan bahwa untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang bernilai tinggi, negara-negara ASEAN perlu membuat suatu pasar tunggal dan basis produksi yang kompetitif di bawah ASEAN Economic Community di tahun 2015.  Dalam rangka mencapai hal tersebut, bantuan sangat diperlukan agar produk yang dipasarkan ke negara-negara tujuan dapat diakomodasi sesuai pasokan dan permintaan pasar. 

Sebagai pendukung, Kemenparekraf meluncurkan buku Modelling a Healthy Creative Scene. Buku tersebut juga hasil dari 

Global Center of Excellence for International Cooperation and Creative Economy (G-CINC). Kemenparekraf juga menggandeng Kementerian Luar Negeri dalam membentuk G-CINC. 

 gcnic

Menurut Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, Kartika Candra Negara, buku tersebut dapat memberikan gambaran kepada pelaku ekonomi kreatif untuk menggali potensi semaksimal mungkin dalam berkarya.

Baca Juga: New Normal, Wisatawan Enggak Perlu Takut Lagi ke Kedai Kopi 

"Buku ini juga dapat memberikan ruang yang aman bagi para kreator untuk menggali potensi dan berkarya secara maksimal,” kata saat webinar. 

Selain itu, kata Candra, buku tersebut juga dapat memberikan ide tentang cara mengembangkan suasana kreatif yang sehat dalam komunitas dan lanskap kreatif. Hal ini diperlukan saat merintis bisnis atau sedang mengembangkan bisnis kreatif agar semakin dikenal.

"Akhirnya dapat membawa kesuksesan bagi seniman, pencipta, pelaku, dan komunitas secara umum,” ungkap Candra.

Baca Juga: Sensasi Unik Glamping di Bandara, Mau Coba?

Ditanggapi Direktur Perdagangan, Komoditas dan Kekayaan Intelektual Kemenlu Hari Prabowo, peluncuran buku ini merupakan bukti sinergitas kementerian dan lembaga terkait dalam upaya memajukan sektor ekonomi kreatif di Indonesia sesuai dengan Resolusi PBB Tahun Internasional Ekonomi Kreatif bagi Pembangunan Berkelanjutan (International Year of Creative Economy for Sustainable Tourism - IYoCE) 2021.

"Kita perlu memastikan IYoCE menghasilkan implementasi yang berguna dan bermanfaat sehingga lewat peluncuran buku ini kita bisa melihat peran nyata G-CINC untuk memajukan industri kreatif di Indonesia agar dapat menarik perhatian dunia internasional,” kata Hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini