Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PDB Pertanian Tumbuh meski Pandemi, Mentan Bocorkan Resepnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 620 2325931 pdb-pertanian-tumbuh-meski-pandemi-mentan-bocorkan-resepnya-nGxjOtffbL.jpg PDB Sektor Pertanian Tumbuh meski Pandemi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Sektor pertanian membawa optimisme baru, di tengah banyak sektor-sektor industri yang terimbas pandemi Covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor pertanian dalam kuartal II dan III-2020 mengalami pertumbuhan. Pada kuartal II PDB Pertanian 16,24% dan kuartal III tumbuh 2,19%.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ini merupakan buah hasil dari adanya sinergi yang kuat dari segenap stakeholder pertanian.

Baca Juga: Ratusan Kasus Trade Remedies Dituduhkan ke RI dalam 25 Tahun Terakhir

“Dari mulai petani, pedagang, pengusaha, tokoh-tokoh pertanian, sampai ke pemerintah daerah selama ini telah bersinergi sangat luar biasa,” ungkap Syahrul, Jumat (11/12/2020).

Meski saat ini masih pandemi, Syahrul optimis Indonesia bisa menaikan hasil ekspor pertanian dan perkebunan sebesar 11,6% dengan menyentuh Rp300-an triliun.

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan karena Solidnya Ekspor RI

Ekspor komoditas perkebunan juga mengalami kenaikan pada Januari-Oktober 2020 di sektor kopi, kakao, kelapa, karet dan kelapa sawit sebesar Rp38,46 triliun atau 8,7% pada Oktober ini.

Selain itu, Mentan mendorong bagaimana sinergi yang ada, terus ditingkatkan sehingga sektor pertanian senantiasa tumbuh dan berperan khususnya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional salah satunya lewat optimalisasi ekspor perkebunan.

“semoga cita-cita dan harapan untuk menggerakkan roda ekonomi serta pemulihan ditengah pandemi Covid-19 ini dapat segera terwujud dengan kerja keras kita bersama,” tutupnya.

Sebelumnya. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan kinerja surplus sebesar USD3,61 miliar pada Oktober 2020. Ini merupakan keenam kalinya ekspor-impor Indonesia surplus.

Menurut Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Mohammad Dian Revindo, surplusnya neraca perdagangan menandakan kinerja tim ekonomi Presiden Joko Widodo solid.

"Memang ekspornya solid di masa pandemi ini. Kalau diakumulasi sejak Januari sudah surplus USD17,7 miliar. Itu sebenarnya ekspor kita lebih baik. Bahkan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 hanya minus 5,6%. Artinya hampir sama dengan ekspor tahun lalu yang situasinya bukan pandemi, berarti ekspor solid sekali," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini