Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandara Changi Bersiap Jadi Kargo Distribusi Vaksin Covid-19 di Asia Tenggara

Ersa Ambarita, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 620 2327829 bandara-changi-bersiap-jadi-kargo-distribusi-vaksin-covid-19-di-asia-tenggara-1YixIKvgb3.jpg Bandara Changi kargo vaksin Covid-19. (Foto: Changi Airport)

BANDARA Changi, Singapura bersiap menjadi pusat distribusi vaksin Covid-19 untuk Asia Tenggara. Negara ini pun telah meningkatkan kapasitas penyimpanan dinginnya dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawasi proyek tersebut.

Dilansir dari laman Nikkei Asia, Selasa (15/12/2020), Singapura akan membentuk Changi Ready Task Force, yang merupakan konsorsium 18 perusahaan dan grup, termasuk Otoritas Penerbangan Sipil Singapura dan operator bandara, Changi Airport Group (CAG). Misi ini adalah meningkatkan fasilitas dengan tujuan memperluas koordinasi di seluruh industri dan memperlancar proses pengiriman vaksin Covid-19.

Baca Juga: Catat! Traveling ke Bali Naik Pesawat Wajib Tes PCR H-2 Keberangkatan

vaksin

Pengiriman kargo vaksin akan membantu menopang industri penerbangan lokal yang tertekan oleh kurangnya lalu lintas udara menyusul penutupan perbatasan untuk membendung penyebaran pandemi. Kemudian, distribusi vaksin juga diharapkan dapat membawa kembali para penumpang.

Pengiriman produk medis bukanlah hal yang baru untuk Bandara Changi. Sebelumnya bandara internasional ini juga selalu disibukkan akan bisnis kargo dalam produk kesehatan.

“Bandara Changi, bersama dengan pihak berwenang, akan mencoba melibatkan beberapa pengirim utama untuk menjual kekuatan hub udara Changi secara keseluruhan, kami memiliki pengalaman dalam menangani obat-obatan, dan untuk hal ini kami akan lakukan dengan cara yang aman,” kata Direktur Pelaksana Changi Airport Group, Lim Ching Kiat.

Dalam operasinya, Changi akan berfungsi sebagai pusat pengiriman vaksin yang datang dari wilayah seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Dua vaksin yang segera dipasarkan membutuhkan suhu yang sangat dingin untuk penyimpanannya. Seperti Vaksin Pfizer dan BioNTech harus disimpan pada suhu minus 70 Celcius, sedangkan vaksin yang dikembangkan oleh Moderna juga harus disimpan pada suhu minus 20 Celcius.

Menurut Changi Airport Group, vaksin tersebut akan didistribusikan di Asia Tenggara dan Oseania. Pengaturan ini akan mendukung kota-kota terpencil di Asia Tenggara yang tertinggal dalam pembangunan infrastruktur logistik.

Baca Juga: 50 Peserta Bimbingan Teknis Wisata di Jepara Jalani Rapid Test

Sejauh ini Changi telah berkembang menjadi pusat Asia klasik yang menghubungkan wisatawan Barat dan Asia ke tujuan mereka. Namun situasi pandemi menyebabkan negara-negara di seluruh dunia memberlakukan kontrol perbatasan, dan lalu lintas penumpang menurun sejak Maret.

"Setelah vaksin didistribusikan, perjalanan udara akan pulih kembali, tentunya ini akan mengarah pada pemulihan lalu lintas penumpang," tukas Kiat kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini