Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Covid-19 Kota Bogor Pecah Rekor, Ini 4 Solusi Bima Arya Tekan Penularan

Haryudi, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 620 2430302 kasus-covid-19-kota-bogor-pecah-rekor-ini-4-solusi-bima-arya-tekan-penularan-UArExT8T8r.jpg Bima Arya. (Foto: Dok Pemkot Bogor)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku saat ini Kota Bogor mengalami peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 harian sebanyak 230. Angka tersebut tertinggi selama Pandemi Covid-19.

"Kemarin Kota Bogor mencatatkan angka 230 penambahan kasus positif, ini angka tertinggi selama masa pandemi, sebelumnya di Februari lalu angkanya 187," ujar Bima Arya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 ini mengatakan, dari 230 kasus, 155 di antaranya merupakan klaster keluarga dan sisanya klaster perjalanan luar kota. Klaster keluarga ini sebagian besar terpapar dari tempat kerja.

Baca juga: Covid-19 di Bogor Raya Mengganas, Kasus Meninggal Tembus 385 Orang Sehari

Selain itu, keterisian tempat tidur di rumah sakit di angka 78 persen. Meski belum mencapai 100 persen, realitanya susah sekali mencari tempat tidur di rumah sakit Kota Bogor.

"Ini yang menjadi atensi kita semua dan langkah darurat akan dilakukan di kondisi dan situasi tidak biasa ini," imbuhnya.

Wali Kota menerangkan, langkah pertama yang dilakukan yakni meminta semua rumah sakit menambah kapasitas tempat tidur dan ruang isolasi minimal 30 persen. Beberapa rumah sakit sudah bergerak menambah kapasitas, namun masih ada rumah sakit lain yang belum dan ini harus terus dimonitor.

Baca juga: Bima Arya Minta Warga Bogor yang Kerja di Jakarta Diprioritaskan WFH

Kedua, lanjut Bima Arya, Pemkot Bogor sedang proses menambah pusat isolasi. Saat ini sudah ada di BKPP Ciawi dan kabar baik pula di BNN Lido bisa kembali menjadi tempat isolasi. Namun diakuinya ini tetap belum cukup, sehingga perlu menambah tempat isolasi lagi di wilayah agar warga yang isolasi mandiri di rumah tetap diperhatikan.

"Kalau pusat isolasi sudah banyak, nantinya orang tanpa gejala akan dibawa ke pusat isolasi agar di rumah sakit difokuskan saja untuk gejala sedang dan berat, yang tanpa gejala diarahkan di pusat isolasi, sementara gejala ringan bisa isolasi di rumah," katanya.

"Karena kalau semua diarahkan ke rumah sakit tanpa kita pilah-pilah kondisinya rumah sakit akan kebobolan," jelasnya.

Ketiga, Bima Arya meminta puskesmas memastikan stok suplai obat-obatan dan vitamin yang diperlukan mencukupi, RT RW dan lurah berkoordinasi membantu distribusi logistik bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri.

Terakhir, dia menegaskan kepada camat dan lurah untuk mengawasi warga dari luar kota. "Warga Kota Bogor yang dari luar kota wajib tes swab antigen. Diumumkan, dibuat edaran agar semua yang keluar kota dan kembali, melapor ke RT RW, tes antigen dan isolasi di rumah selama lima hari," pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini