Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Studi Ungkap Fakta Efek Vaksin Covid-19 Berdampak terhadap Jantung

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 620 2433159 studi-ungkap-fakta-efek-vaksin-covid-19-berdampak-terhadap-jantung-tRahSvybYc.jpg Vaksin Covid-19 (Reuters)

SEBUAH studi di Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan tentang efek vaksin Covid-19. Meski jarang terjadi, fakta penelitian menyebutkan vaksin Covid-19 berdampak pada masalah peradangan jantung

Dikutip dari Reuter, studi tersebut menemukan 23 pria berusia 25 tahun yang sebelumnya sehat mengeluh nyeri dada selama empat hati setelah vaksinasi Covid-19. Perburukan kondisi ini akan diantisipasi segera.

Vaksin Covid-19

Vaksin yang diberikan ke subjek penelitian antara lain Pfizer dan Moderna. Laporan ini menjelaskan bahwa semua pasien kini dalam kondisi terkendali dan dinyatakan membaik setelah mengalami peradangan otot jantung atau miokarditis.

Karena temuan ini, regulator kesehatan Amerika Serikat menambahkan peringatan ke literatur yang menyertai vaksin berbasis mRNA untuk menandai risiko langka peradangan jantung yang terlihat terutama pada pria muda. Meski begitu, peneliti menegaskan bahwa manfaat vaksin masih jauh lebih besar dibandingkan risiko ini.

Baca Juga : Vaksin Sputnik V Buatan Rusia Diklaim 90% Ampuh Lawan Varian Delta Covid-19

Studi yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA Cardiology itu mengungkapkan bahwa 19 subjek adalah anggota militer atau tentara yang telah menerima dosis vaksin lengkap. "Yang lainnya baru menerima satu dosis dan ada juga yang sudah pensiun dari militer," terang laporan tersebut.

"Estimasi di populasi umum memperkirakan akan ada delapan atau lebih sedikit kasus miokarditis dari 436.000 anggota militer pria yang menerima dua suntikan COVID-19," tambah penelitian tersebut.

Sementara itu, panel luar sudah memberikan masukan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahwa laporan terkait miokarditis pascavaksinasi lebih tinggi pada pria dan dilaporkan dalam seminggu setelah dosis vaksin kedua. "Kasus ini ditemukan pada 12,6 kasus per 1 juta orang yang sudah divaksinasi lengkap," ungkap laporan itu.

"Delapan dari pasien militer dalam penelitian tersebut diberikan scan diagnostik dan menunjukkan tanda-tanda peradangan jantung yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab lain," kata penelitian tersebut. Para pasien dalam penelitian ini berkisar dari usia 20 hingga 51 tahun.

CDC mulai menyelidiki hubungan potensial antara vaksin mRNA dan miokarditis pada April setelah Israel menandai bahwa pihaknya sedang mempelajari kasus semacam itu pada orang yang menerima vaksin Pfizer/BioNTech di sana, dan setelah laporan bahwa militer AS juga menemukan kasus. Regulator kesehatan di beberapa negara sedang melakukan penyelidikan mereka sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini