Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Provinsi Alami Kenaikan Persentasi Kematian Akibat Covid-19

Siska Permata Sari, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 620 2437831 9-provinsi-alami-kenaikan-persentasi-kematian-akibat-covid-19-fRefxOncAl.jpg

JURU Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan ada 31 dari 34 provinsi yang mengalami peningkatan kasus aktif. Kemudian, 9 provinsi di antaranya mengalami persentase kasus kematian akibat Covid-19.

Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Pers Harian PPKM Darurat, Kamis (8/7/2021). Diketahui, hari ini kasus Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 38.391 orang. Sehingga, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 2.417.788 orang.

Prof Wiku

Selain peningkatan kasus aktif dan kematian, Wiku menyebut bahwa tingkat kesembuahan pasien menurun di 29 provinsi.

“Dari 34 provinsi, sayangnya sebanyak 31 provinsi yang mengalami kenaikan persen kasus aktif, 9 provinsi mengalami kenaikan persen kematian, dan 29 provinsi mengalami penurunan persen kesembuhan,” kata Wiku dalam Konferensi Pers Harian PPKM Darurat, Kamis (8/7/2021).

Kasus Covid-19

Adapun, sembilan provinsi yang mengalami peningkatan persentase kematian yakni Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, DI Yogyakarta, Bengkulu, Kep Riau, Jambi dan Kalimantan Barat.

“Kenaikan persen kematian, menunjukkan, dalam satu minggu terakhir, kenaikan kematian yang terjadi lebih signifikan dibanding kenaikan kesembuhan,” ujarnya.

Baca Juga : Indonesia Butuh 1.700 Ton Suplai Oksigen per Hari Selama PPKM Darurat

Di kesempatan yang sama, dia mengatakan bahwa pemerintah tengah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kematian akibat Covid-19.

“Saat ini pemerintah fokus mencari solusi penanggulangannya dengan meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan secara terus menerus. Selain itu, menambah kapaistas fasilitas kesehatan upaya yang terbaik adalah bahwa pasien harus ditangani sedini mungkin, serta menjamin penerapan manajemen kesehatan yang baik dan merata secara nasional,” jelasnya.

Kebijakan lainnya yang tengah diupayakan yakni menambah jumlah tenaga kesehatan, mengatur distribusi pasien sesuai gejala, konversi tempat tidur, dan pembuatan rumah sakit darurat. “Tentu harus diikuti partisipasi masyarakat untuk taat melakukan upaya preventif sesuai yang tertuang dalam peraturan,” kata Wiku.

(hel.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini