Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Dosis Vaksin Covid-19 Turunkan Risiko Terinfeksi Varian Delta hingga 60%

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 620 2451225 dua-dosis-vaksin-covid-19-turunkan-risiko-terinfeksi-varian-delta-hingga-60-StFP3quWD3.jpg Ilustrasi (Foto : News Medical)

PENULARAN dan penyebaran Varian Delta semakin mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, hampir 4 juta laporan kasus Covid-19 varian delta secara global hingga 30 Juli 2021.

Sebagaimana diketahui, varian delta dengan kode B.1.617.2 pertama kali ditemukan di India beberapa bulan lalu. Jenis ini menyebar lebih cepat dengan karakteristik khusus. Varian delta menjadi mutasi yang dominan dalam mendominasi kasus covid-19 secara global. Lantas, apa upaya yang bisa dilakukan?

Selain disiplin menjalani protokol kesehatan, vaksinasi jadi salah satu cara utama untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Inilah kenapa, vaksinasi Covid-19 sangat penting, agar bisa segera mungkin mencapai herd immunity.

Vaksin Covid-19

Terkait dengan manfaat vaksin dan peluang resiko infeksi Covid-19, studi besar prevalensi virus terbaru dari Inggris baru saja menyiarkan temuan terbarunya. Mengutip Reuters, disebutkan orang-orang yang sudah full vaksin atau dua dosis lengkap, berkurang risiko terinfeksi Covid-19 dari varian virus delta sebesar 50 hingga 60 persen (termasuk pada orang-orang yang tidak bergejala).

Para peneliti dari Imperial College London mengatakan, orang yang diketahui sudah menerima dua dosis vaksin hanya memiliki kemungkinan setengah untuk positif Covid-19, menyesuaikan dengan faktor lain. Contohnya usia hingga faktor apakah orang yang dites memiliki gejala atau tidak.

Baca Juga : POGI: Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan untuk Ibu Hamil dan Janin

Menurut penelitian, berfokus pada kelompok orang yang bergejala, efektivitas vaksin meningkat menjadi sekitar 59 persen. Disebutkan ahli epidemiologi Imperial Paul Elliot sebagai pemimpin penelitian tersebut, studi penelitian Imperial ini dirancang untuk melihat hasil pada lebih banyak orang.

"Kami sedang melihat efektivitas terhadap infeksi di antara sampel acak dari populasi umum, yang mencakup individu tanpa gejala. Ya jadi, ini sekelompok orang yang berbeda,” ujar Paul Elliot.

Para peneliti mengatakan bahwa secara keseluruhan, prevalensi pada orang yang tidak divaksinasi adalah 1,21 persen, ini angka yang tiga kali lebih tinggi dari prevalensi 0,40 persen pada orang yang sudah divaksinasi penuh. Selain itu, viral load di antara orang dengan Covid-19 juga lebih rendah pada orang yang telah divaksinasi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini