Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Masker Double untuk Cegah Varian Delta dan Mu

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 05:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 620 2470841 pentingnya-masker-double-untuk-cegah-varian-delta-dan-mu-tezas2BUwr.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

HADIRNYA varian Delta yang dikategorikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai variant of concern dan Varian Mu yang disebut kebal vaksin, memang membuat masyarakat masih harus wasapa, meskipun sudah mendapatkan vaksin.

Pasalnya, selain mudah menular, menyebar dengan cepat, kedua varian ini juga membuat efikasi dan efektivitas vaksin yang disuntikan mengalami penurunan.

Oleh karena itu, epidemiolog dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin mengatakan menggunakan mengenakan masker ganda masih menjadi solusi paling logis untuk mencegah penularan Covud-19.

"Untuk varian yang ada sekarang 100 persen varian Delta, sebaiknya bermasker ganda. Meski kecenderungan menunjukkan kasus semakin terkendali dengan posititivity rate (rasio positif) sekira 5 persen," kata Ridwan seperti dikutip dari Antara.

Ridwan juga menyarankan mereka yang sudah divaksin lengkap tetap mengenakan masker ganda, terutama saat berada di ruangan tertutup dengan potensi penularan tinggi.

"Bila berada di ruang tertutup dengan potensi penularan tinggi meski tetap dobel masker meski (sudah mendapatkan) vaksin lengkap," ujar Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) itu.

Sementara pada area terbuka atau luar ruang, orang-orang termasuk yang sudah disuntik vaksin tetap disarankan mengenakan masker meskipun hanya masker bedah.

Menurut Ridwan, saat ini orang-orang-orang perlu mengambil sikap lebih hati-hati termasuk dalam hal mengenakan masker meskipun kasus sudah terkendali. Mereka juga disarankan menerapkan protokol kesehatan lainnya yakni mencuci tangan rutin, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas secara konsisten.

Senada, Pakar perawatan paru di Cleveland Clinic, Joseph Khabbaza, M.D., seperti dikutip dari Prevention mengatakan, masker membuat tetesan pernapasan yang bisa mengandung virus keluar dari hidung atau mulut seseorang keluar dan masuk ke hidung, mulut, atau mata penerima menjadi lebih sulit.

Studi melibatkan warga Bangladesh pada Januari 2021 memperlihatkan benda ini mengurangi penyebaran COVID-19 asalkan orang-orang tetap patuh pada protokol kesehatan lain termasuk menjaga jarak sosial.

Seperti dikutip dari laman WebMD, di desa yang warganya menggunakan masker bedah, kasus COVID-19 yang ditemukan sekitar 11 persen lebih sedikit dibandingkan desa yang warganya tidak menggunakan masker. Sementara, pada desa dengan warga yang mengenakan masker kain, risiko infeksi berkurang 5 persen.

Berdasarkan pengujian, masker kain hanya menyaring sekitar 37 persen partikel virus, sedangkan masker bedah tiga lapis bisa sampai 95 persen.

Sementara masker ganda yakni masker bedah sebagai lapis pertama dan masker kain pada lapis kedua memungkinkan hidung dan mulut tertutup lebih baik. Faktanya, seperti dikutip dari Healthline, beberapa masker tidak pas di wajah sehingga tidak hanya memungkinkan tetesan pernapasan yang mengandung virus keluar dari masker tetapi juga memungkinkannya masuk. Masker ganda dapat membantu mencegah hal ini terjadi.

Masker juga diperlukan saat seseorang berada di sarana transportasi umum seperti pesawat, bus, kereta api, dan transportasi umum lainnya serta tempat-tempat umum seperti rumah sakit.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga merekomendasikan orang-orang memakai masker di luar ruangan yang ramai dan saat berkontak dekat dengan orang yang belum divaksinasi.

Sementara di sisi lain, pemerintah juga perlu tetap konsisten menjaga program 3T (testing, tracing, treatment atau tes, telusur, terapi) dan meningkatkan cakupan vaksinasi.

Laman covid19.go.id pada 12 September 2021 mencatat sebanyak 72.766.195 orang sudah mendapatkan vaksinasi pertama dan 41.734.734 orang untuk vaksinasi kedua dari target sasaran vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini