Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penerimaan Maaf PGI untuk Yahya Waloni: Semoga Jadi Pembelajaran Semua

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 620 2477968 penerimaan-maaf-pgi-untuk-yahya-waloni-semoga-jadi-pembelajaran-semua-fPiSk9Mf09.jpeg Yahya Waloni (Foto: Ist)

JAKARTA - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) sudah menerima permintaan maaf dari tersangka kasus penodaan agama Yahya Waloni.

PGI berharap agar kasus yang menimpa Yahya Waloni menjadi pembelajaran bagi semua pemuka agama dari agama manapun agar lebih bijaksana dalam berkhotbah atau berdakwah.

"Ya, jika memang seperti itu, kita maafkan. Dan semoga hal itu menjadi pelajaran buat Yahya Waloni sendiri dan kita semua untuk tidak melakukan hal yg menjelekan agama atau kepercayaan lainnya," ujar Humas PGI, Philip Situmorang, Selasa (28/9/2021) ketika dikonfirmasi.

Ia menyebutkan dalam memberikan pemahaman kepada jemaat atau jamaah dari tokoh agama manapun sebaiknya tidak menyinggung atau menyampaikan hal-hal yang menghina kepercayaan orang lain.

"Sebagai tokoh agama apapun hendaknya menyampaikan hal-hal yang sesuai dan tidak menyinggung atau menyakiti kepercayaan orang lain," tambah Philip Situmorang.

Ia menyebutkan PGI berharap dapat menjaga kerukunan ditengah perbedaan yang ada ditengah kemajemukan bangsa.

"Bangsa ini adalah bangsa plural, yang berbeda-beda namun kita punya kekuatan yg besar jika yang berbeda-beda itu bisa secara bersama-sama untuk kemajuan bangsa," kata Philip Situmorang.

Sebelumnya, Yahya Waloni, meminta maaf kepada kaum Nasrani saat menghadiri sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (27/9/2021). Yahya Waloni mengaku menyesal karena merasa apa yang dilakukannya melanggar etika dalam berdakwah.

"Saya memohon maaf atas khilaf dan salah saya yang tidak memberikan contoh yang baik dalam menetapkan sebuah konsekuensi komitmen dakwah sehingga telah melampaui batasan-batasan etika dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara," kata Yahya Waloni.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini