Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indeks Penanganan Covid-19 RI Tertinggi di Asia Tenggara, Ini Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Binti Mufarida, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 620 2484316 indeks-penanganan-covid-19-ri-tertinggi-di-asia-tenggara-ini-upaya-yang-dilakukan-pemerintah-BgwoDbB4nX.jpg Ilustrasi tes swab Covid-19. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Indeks pemulihan Covid-19 di Indonesia menempati peringkat tertinggi di Asia Tenggara. Selanjutnya disusul Singapura dan Kamboja.

Indeks penanganan Covid-19 Indonesia secara global, seperti diungkap Nikkei, berhasil menempati urutan ke-54 setelah pada Juli lalu berada para peringkat 92 dari 112 negara yang diteliti oleh Nikkei.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan keberhasilan Indonesia dengan cepat menurunkan angka kasus Covid-19 dari gelombang kedua pada Juli lalu ada multifaktor.

“Jadi mungkin keberhasilan kita dengan cepat menurunkan angka kasus tertinggi dan lonjakan kasus di bulan Juli itu sebenarnya adalah multifaktor,” paparnya dalam keterangannya, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Bekasi Tinggal 35


Baca juga: Tertular Covid-19, 'Bapak Bom Nuklir Pakistan' Tutup Usia


Nadia mengatakan keberhasilan Indonesia ini pertama adalah dari kecepatan vaksinasi Covid-19. Apalagi, dilakukan serbuan vaksinasi di berbagai tempat di antaranya dari TNI juga Polri meskipun pada saat itu terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Pertama adalah kecepatan untuk kita melakukan vaksinasi. Jadi walaupun kondisi kita pada waktu itu dengan laju kasus yang cukup tinggi, kasus konfirmasi positif yang trennya terus meningkat, vaksinasi tetap dilakukan percepatan. Dan kita tahu ya adanya serbuan-serbuan vaksinasi yang dilakukan oleh TNI dan Polri. Dan artinya walaupun terjadi peningkatan kasus kita tetap berupaya melaksanakan vaksinasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” papar Nadia.

Kedua, kata Nadia adalah keputusan untuk melakukan pengurangan bahkan menghentikan sebagian kegiatan dalam rangka mengurangi mobilitas baik itu kegiatan aktivitas sosial maupun aktivitas ekonomi. “Itu bisa memberikan peranan yang sangat penting.”

Ketiga yakni peningkatan 3T yakni testing, tracing dan treatment. “Di samping itu juga upaya-upaya protokol kesehatan yang kita lakukan dan yang paling penting juga adalah peningkatan testing dan tracing yang kita tahu ini cukup besar meningkat dari 1,3 menjadi 3 sampai 3,5 per 1.000 penduduk per minggu,” kata Nadia.

“Jadi kombinasi semua ini rasanya yang kemudian juga mempercepat upaya kita menurunkan tingkat tingginya penularan dan juga angka kesakitan dan kematian,” paparnya.

Sementara di sisi treatment, Nadia mengatakan pemerintah juga menyediakan tempat-tempat isolasi terpusat. “Di samping di hilir juga itu misalnya kebutuhan-kebutuhan tempat perawatan, kemudian kita segera memberikan isolasi terpusat, membuka lebih banyak di hotel,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan oksigen dan obat-obatan juga cepat diupayakan sebagai bagian dari treatment atau penanganan Covid-19 untuk mencegah angka kesakitan yang semakin parah dan kematian.

Dia melanjutkan, segera juga untuk menyediakan oksigen dan menyediakan obat-obatan yang walaupun dengan kondisi yang cukup berat pada waktu itu. Pihaknya juga berusaha mengupayakan segala cara termasuk juga adanya telemedicine, pembagian obat gratis.

"Jadi semua pada waktu yang bersamaan kita kerjakan dari hulu sampai hilir,” tutup dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini