Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Biopsi, Langkah Penting Deteksi Kanker Payudara yang Terselimut Mitos Ngawur!

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 620 2486636 mengenal-biopsi-langkah-penting-deteksi-kanker-payudara-yang-terselimut-mitos-ngawur-xIM8lQQid8.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

TAHUKAH Anda jika setiap bulan Oktober adalah bulan Bulan Peduli Kanker Payudara. Secara statistik data, penyakit mematikan satu ini jelas adalah penyakit yang tak bisa dianggap remeh.

Dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan hingga akhir 2020 ada sebanyak 7,8 juta perempuan hidup didiagnosis mengidap kanker payudara dalam kurun waktu lima tahun terakhir. WHO juga mencatat pada 2020, ada 2,3 juta perempuan yang terdiagnosis kanker payudara dan sudah ada 685.000 kematian secara global.

Sementara untuk di Indonesia sendiri, data WHO mencatat ada 65.858 perempuan Indonesia yang terdiagnosis kanker payudara pada tahun 2020, sementara kematian perempuan di Indonesia akibat kanker payudara mencapai 22.430 orang.

Kanker Payudara

Salah satu elemen penting dalam kanker payudara adalah biopsi, seperti disebutkan dr. Farida Briani Sobri, SpB(K)Onk, spesialis bedah onkologi, sayangnya di lapangan sebagian besar pasien masih takut untuk menjalani biopsi.

“Umumnya karena kurang pemahaman maka pasien cenderung takut untuk melakukan biopsi. Padahal biopsi tidak membuat sifat keganasan kanker berubah dan menyebabkan kanker menyebar. Biopsi justru sangat penting dilakukan untuk memperoleh diagnosis yang jelas,” ujar dr. Farida, dalam siaran media dari The Indonesian Cancer Information and Support Center (CISC). 

Baca Juga : 3 Cara Deteksi Kanker Payudara agar Pengobatan Tak Terlambat

Diagnosis yang jelas sangat penting agar dokter bersama pasien bisa membuat skema treatment atau pengobatan yang tepat untuk pasien.

“Dengan hasil biopsi yang lengkap, misalnya dengan biopsi jarum inti (core biopsy), memungkinkan dokter bersama-sama dengan pasien membuat rencana pengobatan yang tepat untuk pasien sebelum terapi dilakukan,” tambah dr. Farida

Lalu apa sebetulnya yang dimaksud dengan biopsi? Biopsi sendiri adalah pemeriksaan histopatologi melalui biopsi, baku emas dalam diagnosis kanker payudara sehingga biopsi diindikasikan pada pasien dengan massa curiga ganas.

Pemeriksaan biopsi disebutkan lebih lanjut, dianjurkan pada pasien dengan klinis yang mengarah pada kecurigaan kanker payudara tetapi hasil pencitraannya kurang konklusif (massa indeterminate).

Beberapa mitos yang keliru lekat dengan imej biopsi selama ini, misalnya biopsi bisa menyebabkan kanker menyebar atau pecah. Sering juga terdengar mitos jika biopsi justru membuat tumor yang tadinya jinak malah menjadi ganas.

Dalam paparannya, dr. Farida menjelaskan bahwasanya mitos-mitos yang beredar di masyarakat seperti di atas itu adalah hal yang salah. Sebab faktanya, biopsi tidak membuat tumor menjadi ganas, menyebar, atau pecah.

“Ada dua sifat tumor, yaitu jinak dan ganas (kanker), dan biopsy tidak akan mengubah sifat tumor tersebut. Sangat kecil kemungkinan kanker menyebar akibat jarum biopsi (kurang dari 1 persen) dan resiko itu bisa diturunkan dengan teknik biopsi yang dipandu radiologi USG (ultrasonografi),” pungkas dr. Farida

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini